Desember 12, 2018

Api Juang Seniman Lokal di Sejumlah Sektor

Penulis: Linda Tagie | Editor: Fandy Hutari

Koalisi Seni Indonesia kembali menggelar program Cultural Hotspot di Pekanbaru, Riau pada Selasa, 21 Februari 2017. Cultural Hotspot kali ini melibatkan seniman dari berbagai provinsi, seperti Moelyono dari Yogyakarta, Bambang Prihadi dari Jakarta, Ahmad Kairudin dari Semarang, Muhammad Gozali dari Mataram, Linda Tagie dari Kupang, serta Budy Utami dan Heri Budiman dari Pekanbaru.  

Cultural Hotspot berlangsung selama dua hari di Rumah Budaya Sikukeluang, Pekanbaru. Diskusi bertajuk “Seni sebagai Sebuah Pergerakan” digelar di hari pertama, dengan narasumber Moelyono, Bambang Prihadi, Muhammad Gozali, Ahmad Kairudin, dan Heri Budiman. Mereka berbagi pengalamannya dalam membuat perubahan dengan seni.

Muhammad Gozali dari komunitas Pasir Putih, Lombok Utara, mengisahkan perjuangannya mempertahankan wisata budaya dan daerah pesisir di Lombok Utara. Moelyono membuat gerakan perlawanan lewat medium seni rupa di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Sementara itu, Ahmad Kairudin berbagi pengalamannya, “berjuang” bersama teman-temannya di Hysteria, Semarang. Sedangkan Bambang Prihadi menggunakan seni untuk membangun gerakan-gerakan sosial di Jakarta.

Heri Budiman pun demikian. Ia dan kawan-kawannya mengatasi kebakaran hutan, mengelola sungai, dan hutan di Riau sebagai kawasan wisata. Heri yang bergiat di Rumah Budaya Sikukeluang bekerja sama dengan para datuk (raja) untuk mempertahankan budaya, serta menjaga sungai dan hutan. Rumah Budaya Sikukeluang, bersama seniman dan masyarakat juga menggalang aksi di depan kantor Gubernur Riau, sebagai upaya untuk menekan Pemda agar mengatasi bencana kebakaran hutan yang kerap terjadi.

Di hari kedua, Linda Tagie, Aquino Hayunta, Ahmad Kairudin, Muhammad Gozali, Heri Budiman, Budi Utami, dan sejumlah aktivis Rumah Budaya Sikukeluang berkunjung ke lokasi perjuangan seniman di Pekanbaru. Mereka menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai Kapuas, menginap di hutan Rimbang Bukit Baling selama semalam.

Sebagai informasi, perjuangan seniman Pekanbaru untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian alam berbuah manis. Suaka margasatwa Rimbang Bukit  Baling kini sudah sangat hijau. Hingga kini, Riau tidak ada lagi polusi asap dari kebakaran hutan. sungai Kapuas sangat bersih, karena sosialisasi dari seniman untuk tak membuang sampah di sungai itu.

Related posts