Agustus 24, 2017

Beberapa Taman Budaya Dibongkar – Kompas, 06 Desember 2014

taman budaya pontianak
Taman Budaya Kalimantan Barat | sumber foto: www.skyscrapercity.com 

Pontianak, KOMPAS – Selain memiliki fasilitas memprihatinkan, beberapa dari 25 taman budaya di Indonesia terancam dibongkar dan diganti gedung lain, seperti mal atau bank. Kondisi ini perlu dicegah demi mempertahankan pusat pengembangan seni budaya di daerah.

Salah satu taman budaya yang terancam adalah Taman Budaya Kalimantan Barat di Kota Pontianak. Dari pantauan Kompas, Jumat (5/12), hampir seluruh fasilitas taman itu memprihatinkan. Panggung pertunjukan di dalam gedung dan di halaman mulai rusak. Kursi penonton sudah tua, cat terkelupas, dan tak dilengkapi sarana tata cahaya. Pusat seni budaya itu bahkan terancam tergusur oleh gedung bank.

Kepala Seksi Peningkatan Mutu Taman Budaya Kalbar John Roberto mengungkapkan, dibandingkan taman budaya di daerah lain di Indonesia, kondisi Taman Budaya Kalbar memprihatinkan. “Lokasi sempit tidak sampai 1 hektar. Bangunannya tidak direnovasi puluhan tahun. Kalaupun ada renovasi, hanya kecil,” katanya.

Panggung pertunjukan di dalam gedung hanya menampung 300 orang. Padahal, penonton yang datang setiap pertunjukan lebih dari jumlah itu. “Minat masyarakat sebetulnya besar, pertunjukan sering ditampilkan, tetapi tidak didukung infrastruktur,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di Taman Budaya Sulawesi Selatan di Makassar. Taman tidak punya gedung pertunjukan sendiri sehingga pentas terpaksa menggunakan gedung Mulo, peninggalan Belanda yang dikelola pihak lain. Bangunan itu juga sudah tua dan lebih pas untuk aula pertemuan daripada pergelaran seni.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel Jufri Rahman mengungkapkan, pertunjukan berskala besar terpaksa kerap menggunakan gedung kesenian Sulsel, Societet de Harmony, atau gedung lain.

Pengelola taman budaya di Kalbar dan di Sulsel berharap, pemerintah mau memenuhi usulan untuk merehabilitasi gedung-gedung itu agar lebih memadai untuk berbagai pertunjukan seni. Perlu juga pemeliharaan rutin sehingga gedung lebih terawat.

Secara terpisah, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan mengakui, banyak taman budaya, khususnya di luar Jawa, memprihatinkan. Beberapa taman budaya lama tak direnovasi sehingga rusak. Pemerintah melalui Ditjen Kebudayaaan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana turun tangan membenahi taman budaya meski sebetulnya itu tanggung jawab pemerintah provinsi. (ESA/REN/HRS/IVV)

Related posts