Desember 12, 2017

Detail Anggota KSI


Indonesia Buku

Indonesia Buku didirikan pada 2006 di Yogyakarta oleh Taufik Rahzen, Galam Zulkifli, Dipo Andy Muttaqien, Eddy Susanto, dan Muhidin M. Dahlan. Awalnya adalah sayap literasi dari Gelaran Budaya, sebuah balai budaya dan sekaligus galeri seni yang didirikan pada akhir 1999. Tujuannya merekam senarai peristiwa perbukuan di Indonesia, di samping merespons dan memberi catatan-catatan penting tentang pergulatan manusia dan buku atau buku dengan buku. Komunitas ini juga mengembangkan penulisan/peliputan/dokumentasi bahan sejarah dalam segala bidang dengan matra baru, segar, dan futuristik. Terutama sekali di bidang sejarah, tokoh, teori, pers, dan sastra. Dalam pembentukan jaringan komunitas, Indonesia Buku juga mengupayakan terbangunnya komunitas buku di seantero Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Tugas-tugas komunitas ini, selain menumbuhkan minat baca masyarakat bawah, juga mendorong masyarakat untuk menulis dan membuat buku tentang diri dan lingkungan mereka sendiri.

Kontak:

Jl. Patehan Wetan No. 3, Kraton, Yogyakarta
+62-274-372690
http://indonesiabuku.com/
trahzen@yahoo.com

Individu/Organisasi Terkait:

Taufik Rahzen adalah seorang budayawan yang juga penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan redaktur senior Jurnal Nasional. Pada 2006 ia dan rekan-rekannya mendirikan Indonesia Buku, sebuah komunitas yang memiliki misi merekam senarai peristiwa perbukuan di Indonesia dan ditujukan untuk merespons dan memberi catatan-catatan penting tentang pergulatan manusia dan buku atau buku dengan buku. Bersama tim kerja Indonesia Buku, Taufik telah menulis, menyusun, menyunting dan menerbitkan beberapa buku seperti Seabad Pers Kebangsaan: Bahasa Bangsa, Tanah Air Bahasa, Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999—2009 dan Kronik Kebangkitan Indonesia 1913—1917.