Oktober 20, 2017

Endgame – Teater Garasi, 15 Tahun Kemudian

 Endgame (1957) adalah lakon sebabak dengan 4 tokoh yang ditulis Samuel Beckett (1906-1989), penulis peraih Nobel kelahiran Irlandia yang menghabiskan separuh hidupnya di Perancis dan menulis dalam dua bahasa: Perancis dan Inggris. Lakon ini, bersama lakonnya yang lain seperti Waiting for Godot, dianggap sebagai bagian dari karya-karya terpentingnya, yang membuat dirinya dianggap sebagai salah satu penulis abad 20 yang paling berpengaruh.

Dalam rentang tahun 1992-1994, Yudi Ahmad Tajudin, salah satu sutradara dan pendiri Teater Garasi, menerjemahkan lakon ini ke dalam bahasa Indonesia dari versi bahasa Inggris. Lakon ini pertama kali ditulis dalam bahasa Perancis dengan judul Fin de Partie lalu Beckett menerjemahkannya sendiri ke dalam bahasa Inggris. Desember 1998, selang beberapa bulan setelah kerusuhan besar di bulan Mei, Teater Garasi mementaskannya di Yogyakarta.

Di bulan April tahun berikutnya, bekerja sama dengan Lembaga Kebudayaan Perancis di Surabaya, Bandung dan Jakarta, Endgame – Teater Garasi dipentaskan kembali di kota-kota itu. Di Jakarta, bekerja sama dengan Komunitas Utan Kayu, pementasannya diselenggarakan di Teater Utan Kayu (TUK) selama 2 hari, dengan penonton yang membludak. Di hari terakhir, karena banyak penonton yang tak kebagian tempat, TUK meminta Teater Garasi memainkan lakon ini 2 kali.

15 tahun kemudian, Komunitas Utan Kayu yang telah bermetamorfosis menjadi Komunitas Salihara meminta Teater Garasi mementaskan kembali Endgame di Teater Salihara, tanggal 28-30 Juni ini, dalam rangkaian Festival HelaTeater.

 

Related posts