Oktober 24, 2019

FAQ

Tentang Koalisi Seni

Apa itu Koalisi Seni?

Koalisi Seni adalah perhimpunan yang bertujuan mendorong terwujudnya ekosistem seni yang lebih sehat di Indonesia.

Kapan Koalisi Seni berdiri?

Koalisi Seni berdiri sejak 3 Mei 2012.

Di mana kantor Koalisi Seni berada?

Sekretariat Koalisi Seni berada di Jalan Amil Raya 7A, Pasar Minggu, DKI Jakarta – 12510.

Tujuan Koalisi Seni?

Terwujudnya kebijakan-kebijakan pengelolaan dan pengembangan kesenian demi tercapainya ekosistem kesenian yang lebih baik di Indonesia.

Keanggotaan

Siapa anggota Koalisi Seni?

Koalisi Seni beranggotakan invididu dan lembaga yang percaya bahwa perubahan kebijakan pengelolaan dan pengembangan kesenian sangat dibutuhkan saat ini untuk mewujudkan ekosistem kesenian Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Bagaimana cara untuk bergabung dengan Koalisi Seni?

Anda dapat langsung menghubungi Sekretariat Koalisi Seni.

Kenapa harus bergabung dengan Koalisi Seni?

  • Memperkuat posisi tawar masyarakat yang peduli terhadap kesenian dalam berhadapan dengan pengambil kebijakan seperti pemerintah dan korporasi.
  • Memotivasi tumbuhnya bentuk-bentuk kerjasama baru antar para pelaku, pemerhati juga pegiat seni budaya di Indonesia.

Program dan Kegiatan

Apa saja program Koalisi Seni?

  • Melakukan advokasi kebijakan dalam bidang seni budaya
  • Mendorong terwujudnya dana abadi kesenian
  • Memperkuat pengelolaan pengetahuan dan jaringan antara anggota organisasi

Apa saja kegiatan yang sudah dilakukan oleh Koalisi Seni?

  1. Penelitian “Keberlangsungan Lembaga Seni di 8 Kota di Indonesia” pada 2015.
  2. Terlibat aktif dalam gerakan Seni Lawan Korupsi pada 2015.
  3. Berpartisipasi dalam Kongres Kesenian Indonesia III di Bandung pada 2015.
  4. Program Cultural Hotspots di 4 wilayah Indonesia Timur dari 2015 hingga 2017.
  5. Lokakarya Melek Anggaran Seni di Palu dan Makassar bekerja sama dengan jaringan FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) pada 2016.
  6. Advokasi RUU Kebudayaan menjadi UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk mengawal perancangan peraturan turunannya.
  7. Enam seri diskusi tentang seni dan aktivisme di Indonesia, dengan Asep Topan sebagai kurator diskusi, sepanjang 2017.
  8. Bekerja sama dengan Filantropi Indonesia menerbitkan buku “Filantropi di Indonesia: Mengapa Tidak untuk Kesenian?” pada 2017.
  9. Pada 2017, bersama Deputi Akses Permodalan Bekraf, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, dan FIlantropi Indonesia berkomitmen saling mendukung dan bekerja sama mendorong filantropi untuk seni dan kebudayaan Indonesia lewat Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia.
  10. Sosialisasi UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Makassar, Bali, Surabaya, Jakarta, dan Ambon sepanjang 2018.
  11. Berpartisipasi dalam Indonesia Development Forum (IDF) 2018 untuk mendorong pentingnya memperhatikan perspektif seni dan kebudayaan dalam perencanaan pembangunan oleh pihak-pihak strategis, seperti Bappenas dan Kementerian/Lembaga terkait.
  12. Terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan Bincang Musik di Konferensi Musik Indonesia 2018 di Ambon, yang kemudian menghasilkan 12 rencana aksi.
  13. Berpartisipasi aktif dalam penyusunan Strategi Kebudayaan Indonesia lewat rangkaian forum Pra-Kongres Kebudayaan.
  14. Menerbitkan buku Dampak Seni di Masyarakat untuk meningkatkan dukungan publik pada seni dan kebudayaan.
  15. Terus mendorong terwujudnya Dana Abadi Kesenian.

Pembiayaan

Dari mana sumber dana Koalisi Seni?

Salah satu sumber dana kegiatan Koalisi Seni adalah iuran anggota, yaitu iuran wajib anggota yang dibayarkan rutin setiap tahun. Jumlahnya ditentukan dalam Rapat Umum Tahunan Koalisi Seni, yakni Rp. 100.000,-/tahun untuk perorangan dan Rp. 200.000,-/tahun untuk lembaga.

Siapa donor Koalisi Seni?

Sejak pra-pendirian, Koalisi Seni telah didukung oleh lembaga donor Hivos (2012-2015) dan Kedutaan Besar Denmark (2015-2017). Koalisi Seni juga mendapatkan dukungan dari Ford Foundation (2018-2023). Selanjutnya, Koalisi Seni siap bekerja sama dengan lembaga-lembaga donor nasional dan internasional.

Siapa mitra Koalisi Seni?

Koalisi Seni membangun kemitraan, antara lain, untuk urusan hukum dan kebijakan dengan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, untuk sosialisasi insentif pajak untuk sumbangan seni budaya dengan Price Waterhouse Coopers Indonesia, dan untuk transparansi anggaran dengan Fitra (Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran). Koalisi Seni juga bermitra dengan Penabulu untuk pembuatan sistem tata kelola administrasi dan keuangan, PLUS (Platform Usaha Sosial) untuk pengembangan unit usaha, serta INSPIRIT (Inspirasi Tanpa Batas) untuk peningkatan kapasitas teknik fasilitasi.