Desember 12, 2018

Lokakarya Mengelola Jejaring dan Mengulas Karya Seni

Teman Seni Lombok bekerja sama dengan Koalisi Seni mengadakan lokakarya bertajuk “Pengelolaan Jejaring dan Mengulas Karya Seni” di Sanggar Panca Pesona, Lombok Utara, pada 21 hingga 23 Januari 2017.

Lokakarya itu menghadirkan perwakilan komunitas yang ada dalam payung Teman Seni Lombok, yakni Pasir Putih, Anak Rumput, Panca Pesona, Sasentra, dan lain-lain. Sementara dari Koalisi Seni, ada Aquino Hayunta, Sugar Nadia Azier, dan Hikmat Darmawan. Selain itu, hadir pula Ginggi Syar Hasyim dari Jatiwangi Art Factory.

Di hari pertama, Hikmat Darmawan menyampaikan materi tentang bagaimana mengulas karya seni. Ada dua bagian yang dibahas Hikmat, yakni soal kritik sebagai sebuah cara berpikir, dan ulasan soal pengertian “kritik”.

Dengan candanya yang khas, Hikmat menjelaskan bagaimana cara memandang karya seni ketika akan menulis sebuah kritik. Menulis kritik seni tentu harus memiliki keterampilan khusus. Hikmat mengatakan, caranya dengan menuliskan secara sistematis dan metodis. Ia mengisahkan pengalamannya kala menulis kritik film.

Dalam kesempatan ini, para peserta lokakarya melakukan praktik. Mereka menulis deskripsi tentang buah, ruangan, dan hidung. Untuk pembahasan soal kritik, rupanya banyak peserta yang tak puas jika hanya dilakukan sehari. Namun, Hikmat berpesan menulis kritik ini bisa dilakukan kapanpun.

“Kalian tidak mesti menulis sekarang. Kalian bisa menulis lain waktu, dan kapan saja yang kalian mau,” kata Hikmat.

Di hari kedua, Ginggi Syar Hasyim menjabarkan materi tentang pengelolaan jejaring. Ia membagi pengalamannya selama sepuluh tahun bersama Jatiwangi Art Factory. Ia menyampaikan materi dengan ilustrasi kisah tentang dirinya, masyarakat, keluarga, teman-teman, dan tanah di mana ia tinggal.

Ginggi menyampaikan hal menarik. Menurutnya, Jatiwangi Art Factory bukan sebuah komunitas kesenian, tapi komunitas yang berkesenian. Peserta dibawanya membayangkan hal-hal yang menyenangkan sebuah komunitas seni.

Di hari ketiga, sebagai tindak lanjut kegiatan Teman Seni Lombok, para peserta membahas tawaran Aquino Hayunta, yakni membuat sebuah jurnal berisi profil komunitas-komunitas seni yang ada di Lombok, serta peta lokasi dan kegiatannya.

Sebagai langkah awal membuat jurnal, Teman Seni Lombok sepakat memulainya dengan mengaktifkan website, serta membentuk tim kerja yang terdiri dari bagian program dan redaksi.

Lebih jauh mengenai hal itu, akan dibahas lagi di lokakarya selanjutnya di Komunitas Rabulangit, Lombok Timur. Para peserta yang hadir dalam lokakarya ini, diharapkan menyampaikan materi yang sudah didapat ke anggota di komunitasnya masing-masing.

Penulis: Fatih Kudus Jaelani | Editor: Fandy Hutari

Related posts