Desember 12, 2018

Mari Berbincang Soal “Seni, Sejarah, dan Ingatan”

Pada tahun ini, Koalisi Seni Indonesia mengadakan kembali seri diskusi publik sebagai upaya penyebaran pengetahuan dan mengangkat pewacanaan praktik seni kontemporer di Indonesia. Diskusi ini diharapkan bisa membangun cara berpikir kritis, dengan menghadirkan pemateri yang terdiri dari para pemikir dan praktisi seni di Indonesia.
 
Seri diskusi Koalisi Seni akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali selama tahun 2017, dengan fokus pada pembahasan praktik seni dan aktivisme di Indonesia. Pada akhir tahun, upaya pendokumentasian akan dilakukan dalam bentuk tulisan untuk disebarluaskan untuk khalayak yang lebih luas. Seri diskusi Koalisi Seni 2017 terselenggara atas kerjasama Koalisi Seni Indonesia dan Asep Topan (Jakarta), yang berperan sebagai kurator pada seri diskusi ini secara keseluruhan.
 
 
 
Seri Diskusi Koalisi Seni Indonesia: “Seni, Sejarah, dan Ingatan”
 
Pada edisi pertama ini, Agung Kurniawan (Yogyakarta) dan Yulia Evina Bhara (Jakarta) diundang untuk menjadi pemateri yang akan mengangkat dua topik berbeda. Diskusi pertama ini akan menempatkan pembahasan pada praktik seni yang telah dilakukan oleh kedua pemateri yaitu peluncuran album Dialita “Dunia Milik Kita” (2016) serta pameran museum temporer “Rekoleksi Memori” (2015). Keduanya akan berbicara mulai dari proses kreasi hingga bagaimana artikulasi kritis dari karya-karya atau proyek seni tersebut dihadirkan. Pada presentasi ini hubungan antara seni, sejarah dan ingatan akan dikaitkan untuk menjadi pokok pembahasan dan diskusi, terkait karya-karya atau proyek seni yang ditampilkan oleh kedua pemateri.
 
Tentang album Dialita “Dunia Milik Kita”
“Dunia Milik Kita” adalah album yang berisikan 10 lagu dari kelompok paduan suara Dialita. Dialita, merupakan singkatan dari ‘Di Atas Lima Puluh Tahun’ ialah kelompok paduan suara yang beranggotakan keluarga atau mereka yang pernah ditahan karena terkait peristiwa 1965. Beberapa musisi muda ikut terlibat dan mengiringi Dialita pada album ini. “Dunia Milik Kita” dirilis pada Agustus 2016, diproduksi oleh Yes No Wave Music dan Indonesian Visual Art Archive. Untuk info lebih lanjut, klik http://bit.ly/2l3i7Y5
 
Tentang pameran museum temporer “Rekoleksi Memori”
Pada peringatan Hari HAM Sedunia 2015, pembangunan museum temporer “Rekoleksi Memori” dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki (Jakarta), sebagai upaya memperluas dukungan penyebaran informasi dan kesadaran mengenai pentingnya menyelesaikan pelanggaran HAM di Indonesia. Dengan menghadirkan karya-karya dari berbagai medium seni, museum ini berupaya mengumpulkan sebagian dari ‘kebenaran sejarah’ untuk memberikan referensi yang tepat bagi generasi muda. Museum temporer “Rekoleksi Memori” merupakan hasil kolaborasi antara tiga lembaga yaitu Komnas HAM, Dewan Kesenian Jakarta dan Partisipasi Indonesia. Untuk info lebih lanjut, klik http://bit.ly/2lAtWD3.
 
//
 
Diskusi akan diselenggarakan pada Sabtu, 18 Februari 2017, pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB di Ruang Baca Amil.
 
Bagi yang ingin menghadiri diskusi, reservasi bisa dilakukan lewat twitter, facebook, dan instagram Koalisi Seni Indonesia. Atau silakan kontak kami di info@koalisiseni.or.id paling lambat 17 Februari 2017. Diskusi ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta terbatas untuk 30 orang.
 
Gambar oleh Annisa Rizkiana R.

Related posts