Desember 14, 2017

Menghemat Dana Layanan Kesehatan lewat Kesenian

Karya David Shrigley berjudul: ‘The arts’ teapot filling up a ‘lost soul’ cup | sumber ilustrasi: www.theguardian.com

Artikel ini adalah hasil terjemahan dari artikel berjudul Arts Can Help Recovery From Illness and Keep People Well, Report Says yang diterbitkan oleh www.theguardian.com. Klik tautan ini untuk membaca artikel asli.

Sebuah penelitian menunjukkan kesenian bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Manfaat ini berujung pada turunnya jumlah pasien yang dirujuk ke rumah sakit.

Dokter yang meresepkan kegiatan seni ke beberapa pasien dapat menurunkan jumlah rujukan pasien ke rumah sakit dan menghemat dana layanan kesehatan, berdasarkan laporan tentang kesenian, kesehatan dan kesejahteraan yang diterbitkan APPG (All-Party Parliamentary Group on Arts, Health and Wellbeing) setelah penelitian selama dua tahun.

Laporan tersebut mencakup ratusan wawancara dan puluhan studi kasus yang menunjukkan betapa besarnya kontribusi kesenian dalam peningkatan kesehatan dan kesejahteraan manusia.

Penelitian yang dikepalai oleh mantan-mantan menteri untuk sektor seni di Inggris, Alan Howarth dan Ed Vaizey, mengemukakan bahwa kesenian dapat membuat orang tetap sehat, membantu pemulihan dari sakit, membantu orang hidup lebih lama, memberikan kehidupan yang lebih baik, dan menghemat dana layanan kesehatan dan sosial.

Howarth mengatakan bahwa laporan ini adalah ulasan yang komprehensif berdasarkan data, satu hal yang belum pernah ada sebelumnya. “Orang-orang yang skeptis mengatakan mana bukti efektifitas kesenian dalam kesehatan? Mana bukti nilai uang yang diberikan kesenian? Kami tampilkan dalam laporan ini.”

“Kesenian dapat membantu orang memenuhi kebutuhan atas kesehatan dan kesejahteraan mereka dengan cara yang sangat penting bagi kesehatan bangsa.”

Baca juga: Ruang Kreatif Tingkatkan Keterlibatan Warga

Laporan ini disambut oleh menteri yang mengurus sektor seni saat ini, John Glen, yang ditunjuk lima pekan lalu. Dia berjanji untuk menindaklanjuti rekomendasi laporan tersebut. “Pekerjaan ini bukan sekedar pencitraan, mohon jangan bersikap sinis tentangnya. Pekerjaan ini memberi data dan cerita-cerita nyata yang bisa kita gunakan untuk mengatasi masalah.”

Studi kasus yang diangkat termasuk program resep kesenian di Gloucestershire dimana pasien dengan berbagai kondisi, mulai dari depresi sampai sakit kronis, seperti stroke, dirujuk ke kursus selama delapan minggu yang melibatkan puisi, keramik, gambar, mosaik, dan lukisan.

Analisis menunjukkan penurunan tingkat konsultasi dokter sebesar 37% dan pengurangan rujukan ke rumah sakit sebesar 27%, yang berarti penghematan dana layanan kesehatan dan sosial sebesar £ 216 per pasien.

Strokestra, sebuah kolaborasi antara Royal Philharmonic Orchestra dan layanan Hull stroke, menemukan bahwa 86% pasien merasakan sesi bermusik – termasuk bermain perkusi dan memimpin orkestra – mengurangi gejala penyakit dan memperbaiki tidur mereka.

Pengerjaan laporan ini melibatkan seniman, seperti David Shrigley dengan ilustrasinya, dan Grayson Perry, yang menulis: “membuat dan mengonsumsi seni mengangkat semangat kita dan membuat kita waras. Kesenian seperti sains dan agama, membantu kita membuat makna dari kehidupan kita, membuat kita merasa lebih baik.”

Howarth mengatakan ada banyak contoh praktik dan inovasi yang bagus di sekitar Inggris, juga di area yang tak banyak mempraktikkan ini.

“Kami meminta keterbukaan untuk menerima bahwa kesenian dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menangani sejumlah masalah mendesak yang dihadapi oleh sistem perawatan kesehatan dan sosial kami.”

Baca juga: Residensi Seniman di Desa Koto Lamo

Laporan tersebut memberikan rekomendasi 10 hal “sederhana dan layak” yang tidak memerlukan tambahan belanja publik atau undang-undang baru.

Dalam 10 hal ini termasuk mendirikan pusat strategis yang didanai oleh filantropis untuk memfasilitasi kegiatan, mempromosikan kolaborasi, dan mengordinasikan penelitian.  

Ada juga rekomendasi tentang pentingnya politisi dan pembuat kebijakan dari berbagai daerah untuk bekerja bersama terkait ini, sebuah isu yang digarisbawahi oleh Vaizey.

Menteri yang bekerja selama enam tahun sampai akhirnya dipecat oleh Theresa May, Vaizey menambahkan: “Saya sangat sadar sebagai menteri bahwa saya bekerja di sebuah ruang dan sangat sulit keluar dari ruang tersebut, sangat sulit untuk berhubungan dengan kementerian dari departemen lain. Sektor seni adalah contoh klasik dimana koordinasi antar kementerian tidak bekerja. ”

Laporan Kelompok Parlementer untuk Kesenian, Kesehatan dan Kesejahteraan All-Party tersedia di sini. Laporan ditulis dalam Bahasa Inggris.

Related posts