Mei 21, 2019

Profil Koalisi Seni Indonesia

Koalisi Seni Indonesia adalah organisasi berbadan hukum perhimpunan yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 16 Januari 2013 dengan nomor pengesahan AHU-06.AH-01-07 tahun 2013.

Sejumlah pelaku dan komunitas seni membentuk Koalisi Seni Indonesia berdasarkan kebutuhan akan kehadiran organisasi payung yang menaungi mereka. Visi Koalisi Seni adalah terwujudnya ekosistem seni yang lebih sehat di Indonesia. Sementara, misinya adalah melakukan advokasi kebijakan dalam bidang seni budaya, mendorong terwujudnya dana abadi kesenian, serta memperkuat pengelolaan pengetahuan dan jaringan antara anggota organisasi.

Pembentukan Koalisi Seni sudah diinisiasi sejak 2010. Saat itu, Yayasan Kelola, atas dukungan Hivos, menggagas dan menyelenggarakan pertemuan pertama di Bogor, Jawa Barat, 5-6 April 2010. Dalam pertemuan tersebut, sekitar 21 individu dan kelompok bersepakat untuk meneruskan usaha pembentukan organisasi ini. Pertemuan kedua dilakukan di Yogyakarta, 4-5 Mei 2010, dengan hasil program kerja lebih konkret untuk organisasi yang dibentuk.

Nama Koalisi Seni Indonesia lahir pada pertemuan selanjutnya, di Bandung, Jawa Barat, 21-22 Juni 2010. Saat itu, terpilih pula lima orang anggota Komite Pengarah (Steering Committee) yang bertugas hingga badan hukum organisasi ini diresmikan. Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disiapkan oleh Komite Pengarah kemudian dibahas pada pertemuan berikutnya di Jakarta, 19 Maret 2011. Kala itu, disepakati pula bahwa Koalisi Seni Indonesia harus diperkenalkan kepada sebanyak mungkin orang yang bekerja di dunia kesenian dan mengajak lebih banyak lagi calon anggota. Hingga Februari 2019, jumlah anggota Koalisi Seni telah mencapai 222 anggota dari 18 provinsi di seluruh Indonesia.

Pada Rapat Kerja Pembentukan Koalisi Seni di Jakarta, 3 Mei 2012, kemudian muncul tekad untuk menjadikan Koalisi Seni sebagai pendorong terciptanya perkembangan kesenian yang lebih baik di Indonesia. Koalisi Seni, sebagai organisasi payung, diharapkan mampu berperan sebagai fasilitator dan dinamisator untuk mewujudkan misi-misi yang sudah ditetapkan. Rapat Kerja itu juga berhasil meresmikan Anggaran Dasar Koalisi Seni dan memilih Pengurus dan Pengawas masa bakti 2012-2015. Sejak saat itu, Koalisi Seni aktif menggalang dan mengelola pengetahuan dan sumber daya, mendorong kehadiran kebijakan publik tentang kesenian, dan berjejaring.

Hingga 2019, Koalisi Seni Indonesia telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk memajukan ekosistem seni. Antara lain, sosialisasi PP No. 93/2010 tentang insentif pajak untuk sumbangan seni budaya, Cultural Hotspots di 4 wilayah Indonesia Timur yang berlangsung pada 2015 hingga 2017, advokasi RUU Kebudayaan menjadi UU No.5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta mendorong filantropi untuk seni dan kebudayaan lewat Klaster Filantropi untuk Kesenian dan Kebudayaan. Koalisi Seni juga terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan Bincang Musik pada Konferensi Musik Indonesia 2018 di Ambon, berpartisipasi aktif dalam penyusunan Strategi Kebudayaan Indonesia lewat beragam forum Pra-Kongres Kebudayaan, menerbitkan buku Dampak Seni di Masyarakat untuk meningkatkan dukungan publik pada seni dan kebudayaan, serta terus aktif mendorong terwujudnya Dana Abadi Kesenian. 

Selain itu, Koalisi Seni Indonesia pun aktif melakukan kajian dan penelitian terkait kebijakan seni dan kebudayaan sebagai bagian dari advokasi. Antara lain, kajian terkait pengelolaan anggaran Kemendikbud dan Parekraf pada 2014; kajian terkait pendanaan kesenian di tiga negara, yakni Brasil, Australia, dan Amerika Serikat; penelitian tentang Keberlangsungan Lembaga Seni di 8 Kota di Indonesia pada 2015; serta riset Seni untuk Metode Berpikir Kritis: Studi Kasus pada Mari Berbagi Seni pada 2018.

Daftar ini akan terus berkembang hingga visi Koalisi Seni Indonesia tercapai.


Susunan Pengawas dan Pengurus Koalisi Seni Indonesia periode 2018-2021

Pengawas
Ketua: Dolorosa Sinaga
Anggota: Yustina Wahyu Nugraheni, Gustaff Hariman Iskandar

Pengurus
Ketua: M. Abduh Aziz
Wakil Ketua: Kusen Alipah
Sekretaris: Retha Dungga
Bendahara: Linda Hoemar Abidin

Susunan Staf Sekretariat Koalisi Seni Indonesia
Regu Program
Manajer Program: Retha Dungga
Koordinator Advokasi Kebijakan: Hafez Gumay
Peneliti Kebijakan Seni dan Budaya: Annayu Maharani
Koordinator Manajemen Pengetahuan: Oming Putri
Koordinator Program Ekosistem Musik: Reisky Handika
Asisten Program: Danya Sjadzali

Manajer Komunikasi: Bunga Manggiasih
Spesialis Komunikasi: Eduard Lazarus
Spesialis Komunikasi Kreatif: Amalia Ikhlasanti

Regu Keuangan
Manajer Keuangan: Ratna Dwi Puspitasari
Akuntan: Dian Nur Fitria
Administrasi: Nur Ika Emilia Juliarti
Kesekretariatan dan Rumah Tangga: Nur Fitriana