Agustus 21, 2019

Profil Regu Sekretariat Koalisi Seni Indonesia

Regu Program

Manajer Program: Retha Dungga
Retha bertugas memastikan kerja advokasi Koalisi Seni berjalan mencapai tujuan yang diinginkan bersama anggota sambil mempertimbangkan aspek yang diperlukan. Misalnya, komunikasi, partisipasi anggota, perekrutan, juga alokasi sumber daya. Sebelum bergabung dengan Koalisi Seni, Retha aktif di gerakan anti korupsi dan anak muda lewat Transparency International Indonesia dan clubSPEAK. Ia turut menginisiasi lahirnya portal kegiatan kerelawanan terbesar di Indonesia, Indorelawan.org. Lulusan Antropologi Terapan dan Pembangunan Partisipatif dari The Australian National University ini senang berkunjung ke museum, sinema, dan venue musik lokal saat travelling.

Koordinator Advokasi Kebijakan: Hafez Gumay
Hafez bergabung sebagai peneliti di Koalisi Seni sejak 2014. Kini, sehari-hari ia melaksanakan program advokasi kebijakan seperti mengawal penyusunan UU Pemajuan Kebudayaan dan peraturan pelaksanaannya, pembentukan dana abadi kesenian, serta penelaahan RUU Permusikan. Lulus sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia, Hafez langsung bergabung dengan Koalisi Seni. Ia kemudian merampungkan program Magister Hukum Universitas Indonesia dengan program peminatan Hak Asasi Manusia dan Tata Kelola Pemerintahan. Hafez suka bermusik, olahraga, dan membaca Wikipedia, serta sering bersepeda sendirian keliling Jakarta di pagi buta.

Koordinator Manajemen Pengetahuan: Oming Putri
Di Koalisi Seni, Oming bertanggung jawab memastikan aset pengetahuan organisasi dapat membantu anggota dan staf sekretariat bekerja maksimal dalam mendorong perubahan kebijakan seni di Indonesia. Lulusan program sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya Malang ini sebelumnya adalah penulis lepas yang sempat menimba ilmu di program residensi penulis Cemeti (2012) dan Lokakarya Kritik Seni Rupa & Kurator Muda Indonesia yang diadakan ruangrupa dan Dewan Kesenian Jakarta (2014). Semenjak masuk di Koalisi Seni, Oming bercita-cita menjadi manajer pengetahuan yang mampu memaksimalkan potensi pengetahuan masyarakat untuk advokasi kebijakan publik, sembari terus melakukan hobinya dalam bermusik dan bebenah tempat tinggal. Ia dengan senang hati bisa disapa di akun twitternya @omingpu

Koordinator Program Ekosistem Musik: Reisky Handika
Reisky adalah penanggung jawab program ekosistem musik Koalisi Seni. Sebelum bergabung dengan Koalisi Seni Indonesia, laki-laki yang akrab disapa Eki ini antara lain pernah bergabung dengan Indonesia Mengajar, Yayasan Kopernik, dan lembaga penelitian Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Southeast Asia. Lulusan program sarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut kini sedang berusaha untuk melanjutkan studinya di bidang antropologi visual. Eki juga menikmati film berbagai genre, kecuali horor dan gore, serta memiliki kebiasaan membaca mundur artikel koran yang dibacanya — dari paragraf terakhir ke paragraf pertama.

Asisten Program: Danya Sjadzali
Danya bertugas menggawangi pengelolaan pengetahuan dan keanggotaan Koalisi Seni. Sebelumnya, lulusan program sarjana Rancangan Busana dari University for the Creative Arts, Inggris, ini bergelut dalam industri mode Indonesia selama lima tahun sebagai desainer. Selain bekerja di Koalisi Seni, Danya sedang membangun mekanisme pembelajaran bagi pekerja kreatif agar lebih banyak melakukan riset ke dalam kebudayaan Indonesia sebagai inspirasi karya-karya mereka. Di waktu senggang, ia sering bereksperimen dengan resep-resep masakan Mediterania, walaupun keinginan untuk mencicipi secara langsung di negara-negara asalnya masih berupa mimpi.

Manajer Komunikasi: Bunga Manggiasih
Bunga bertanggung jawab menggarap aspek komunikasi Koalisi Seni, mulai dari merancang dan menerapkan strategi komunikasi, hingga menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem seni. Mengawali karir profesionalnya sebagai jurnalis Tempo, ia sempat pula bekerja dalam unit komunikasi Millennium Challenge Account – Indonesia. Lulusan Program Kebijakan Publik Erasmus Mundus (Mundus MAPP) ini adalah pecinta komik yang pernah membuat skripsi tentang komik Pengumuman: Tidak Ada Sekolah Murah!. Pada suatu masa, ia rajin berkisah di bungamanggiasih.com, namun kini lebih sering berceloteh di twitter.

Spesialis Komunikasi: Eduard Lazarus
Edu bertugas mengulik brand, memantau media, dan mengolah produk komunikasi Koalisi Seni. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (2017) ini pernah menjadi penulis dan penyunting di Pusat Studi Media Remotivi, serta menerbitkan riset kebijakan publik mengenai kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (2016). Kini ia juga menyunting paruh waktu untuk media New Naratif sambil  mendalami kajian budaya, psikopolitik, dan perubahan sosial. Selain mendengarkan grup Destroyer dengan sangat, sangat serius, Edu kerap berwacana mendirikan komune, menganalisis sepak bola, atau menulis skit komedi ugal-ugalan. Menjelang Pemilu 2019, ia turut merancang kuis daring PilahPilihPilpres untuk menentukan preferensi pengguna dengan program pasangan calon Presiden.

Spesialis Komunikasi Kreatif: Amalia Ikhlasanti
Amel bukanlah anak gembala yang tidak naik kelas. Walau kerap kali menduduki peringkat tengah-tengah atau menjelang akhir saat bersekolah, Amel memiliki kekuatan dalam berkhayal. Tak ingin lupa akan khayalannya, Amel menuangkannya ke dunia melalui tulisan, visual, dan nada. Berkat kekuatan tersebut, Amel sering mondar-mandir di industri kreatif. Ia meninggalkan jejaknya di salah satu radio swasta, rumah produksi, agensi, fotografi makanan dan minuman, serta terkadang menjadi pekerja lepas sebagai fotografer dan desainer. Sekarang Amel berpijak di Koalisi Seni untuk menyusun arahan kreatif, mendokumentasikan acara, juga menerjemahkan produk ke dalam aspek desain visual. Lewat @cobadilirikdulu, kadang ia khilaf di internet.

Regu Keuangan

Manajer Keuangan: Ratna Dwi Puspitasari
Biasa dipanggil Nanna, ia mengawali aktivitas di organisasi masyarakat sipil pada 2005. Sebagai lulusan program sarjana Ilmu Psikologi, Nanna menerapkan ilmunya sebagai konselor adiksi selama 4 tahun. Ketertarikan pada sistem organisasi masyarakat sipil membawanya bergabung dengan Yayasan Penabulu sejak tahun 2010. Sebagai spesialis pengembangan kelembagaan, Nanna banyak berperan sebagai fasilitator, pelatih, dan konsultan dalam penguatan kapasitas pengelolaan keuangan dan mobilisasi sumber daya organisasi. Ia mengenal Koalisi Seni pada 2017, saat ia mengambil peran sebagai Konsultan Keuangan. Keingintahuan pada isu-isu seni membawa Nanna untuk bergabung menjadi anggota, dan mulai Mei 2019 ia menjabat sebagai Manajer Keuangan.

Akuntan: Dian Nur Fitria
Dian bergabung di Koalisi Seni pada bulan Juni 2018. Sebagai akuntan, ia secara rutin mencatat transaksi keuangan, membuat laporan keuangan, dan menyiapkan materi untuk audit. Dian juga bertugas sebagai penjaga dokumen untuk pengarsipan. Lulusan Universitas Indraprasta PGRI jurusan Bimbingan Konseling ini sedari awal berkarir di bidang yang berbeda dengan latar belakang akademisnya, yakni di kantor konsultan pajak dan distributor solar industri. Dian suka menonton drama Korea, belanja produk perawatan wajah, dan mematut diri di depan cermin.

Kesekretariatan dan Rumah Tangga: Nur Fitriana
Akrab dipanggil Yana, ia bekerja di Koalisi Seni sejak tahun 2015 dengan tanggung jawab sebagai sekretaris, kasir, sekaligus pengelola urusan kerumahtanggaan. Lulusan program sarjana Manajemen Keuangan Perbanas Institute ini setiap Rabu dan Jumat rutin “berkantor” di bank untuk mengurus transfer dan pembayaran. Yana gemar menonton film fantasi dan laga, serta tergila-gila dengan keju dan pasta. Ia sangat supel, mudah bergaul, dan siap menyapa semua orang dengan senyuman.