Agustus 24, 2017

RUU Kebudayaan Tunggu Amanat Presiden – Media Indonesia, 03 September 2014

Media Indonesia hal 15 - 3 September 2014

RUU Kebudayaan Tunggu Amanat Presiden

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan pembahasan substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebudayaan di DPR yang saat ini tertunda karena masih menunggu amanat presiden.

“DPR sudah mengirimkan draf kepada Kemendikbud dan sedang dalam tahap inventarisasi masalah. Hanya saja, untuk kembali dibahas di DPR kami masih menunggu amanat dari Presiden,” papar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayan Bidang Ke budayaan Wiendu Nuryanti, di Jakarta, kemarin.

Ia menyatakan sejatinya RUU Kebudayaan ialah komponen penting sebagai payung hukum pengelolaan kebudayaan di Indonesia. RUU itu direkomendasikan sejak 10 tahun lalu oleh komunitas budayawan dan seniman yang berkonferensi setiap dua tahun sekali.

Menurut Wiendu, pengesahan RUU Kebudayaan juga terkait anggaran pemerintah dalam pelestarian budaya yang selama ini terkesan belum teregulasi dengan baik.

“Selain itu berbagai persoalan moral dan sosial sering menempatkan budaya sebagai solusi berbagai hal seperti kasus kekerasan seksual hingga budaya korupsi.” Karena itu, Wiendu menyatakan ada lima hal penting dalam RUU Kebudayaan, yaitu perlindungan atas hak berkebudayaan (hak kebinekaan, keberagaman, dan berkomunitas), pelestarian budaya, pembangunan karakter sejak dini, pembangunan sumber daya manusia kebudayaan, dan diplomasi budaya.

“Kelima unsur itu sudah dijabarkan pada pasal-pasal RUU Kebudayaan. Kami harap RUU ini dapat segera disahkan,” tukasnya.

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah meragukan RUU Kebudayaan itu dapat disahkan pada DPR periode ini. “Sepertinya tidak terkejar. Mungkin akan kembali dibahas oleh DPR periode mendatang,” imbuh Ferdiansyah. (Fat/H-2)

Related posts