Oktober 18, 2018

Temu Pegiat Seni Kampung

Belakangan, beberapa aktivisme kesenian di Semarang melibatkan masyarakat kampung. Sebagian aktivis ada yang memang tinggal di kampung tersebut, mahasiswa coba-coba, hingga teman-teman dari luar situs yang berusaha menaklukkan medan yang sama sekali berbeda dari kecenderungan galeri atau dan yang semacam itu.
 
Bukan hal baru di Semarang atau di kota lain tentu saja. Namun untuk kasus di Semarang praksis ini menggeliat lagi. Pertumbuhan seni rupa kontemporer Indonesia juga tak bisa dilepaskan dari fenomena ini. Tahun 1985 Mulyono seorang seniman dari Tulungagung yang kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta telah membuat Kesenian Unit Desa, yang belakangan dalam statemennya bagian dari seni rupa penyadaran.
 
Alih-alih terlibat dalam debat konseptual ini, praksis di Semarang barangkali menunjukkan ciri khas yang lain dan motif yang lain juga. atau bisa jadi serupa. sejumlah aktivitas yang dicatat misalnya yang dilakukan Abdul Rochim di Sendangguwo dan Tri Subekso di Krapyak, Tugurejo mengaktifkan kembali karangtaruna. Lalu ada Eddy Th Johar yang menghelat berbagai pertunjukan di Tangungrejo, selain itu ada pula Enggar yang mengajak anak-anak muda aktif di kampung Tambak Lorok. Ada beberapa aktivisme lainnya lagi yang tidak disebut satu-satu dalam pengantar ini.
 
Beranjak dari fenomena tersebut, forum Temu Pegiat Seni Kampung ingin mengajak bertemu dan berbagi atas praksis seni yang dilakukan di masing-masing situs. Mengorek modus, mencari persamaan praksis, iman dan barangkali berbagi pengetahuan tentang persoalan yang berelasi dalam konteks Semarang. Tak hanya itu barangkali dari pertemuan ini bisa didapat juga praksis yang khas Semarang juga tawaran yang diberikan dalam peran serta seni dalam membentuk kota.
 
Forum ini diadakan pada Minggu, 29 Januari 2017 di Balai Pertemuan Kampung Bustaman Lantai II, Purwodinatan, Semarang dari pukul 09.00 hingga 15.30 WIB. Forum ini mengundang pegiat yang terlibat di Sendangguwo, Bustaman, Nongkosawit, Krapyak, Tanggungrejo, Tenggang, Kramas, Tambaklorok, Kampung Malang, dan Petemesan. 
 
 

Related posts