November 19, 2018

Tentang Koalisi Seni Indonesia

Koalisi Seni Indonesia (KSI) bertujuan mengembangkan kesenian Indonesia dengan mendorong terwujudnya infrastruktur berkelanjutan yang berperan maksimal menjaga identitas keragaman untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia sebagai bagian yang penting dalam dinamika perkembangan masyarakat global saat ini.

Koalisi Seni Indonesia adalah organisasi berbadan hukum perhimpunan yang disahkan oleh Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada tanggal 16 Januari 2013 dengan nomor pengesahan AHU-06.AH-01-07 tahun 2013.

Visi

Terwujudnya kehidupan kesenian yang berkualitas di Indonesia berlandaskan keragaman budaya.

Misi

Mewujudkan kehidupan kesenian yang berkualitas, melalui:

  1. Melakukan advokasi kebijakan publik dalam bidang kesenian.
  2. Mendorong secara aktif terwujudnya infrastruktur yang berkelanjutan.
  3. Menggalang dan mengelola sumber daya dari berbagai pihak.
  4. Membangun kesadaran dan dukungan publik atas kepentingan kesenian.

KSI menjunjung keberagaman, kesetaraan, kesukarelaan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan yang transparan dan akuntabel melalui kesenian. Upaya-upaya yang sudah dilakukan sebelumnya termasuk: memetakan kebutuhan perkembangan dunia kesenian Indonesia, mendorong kebijakan Insentif Pajak sejak 2003 (bekerja sama dengan PSHK, PIRAC dan PwC), mengangkat pencapaian-pencapaian komunitas dan organisasi kesenian Indonesia yang sudah ada.

Latar Belakang Pendirian

Koalisi Seni Indonesia dibentuk berdasarkan kebutuhan sejumlah pelaku dan komunitas seni akan kehadiran organisasi payung yang menaungi mereka. Atas dukungan Hivos, Kelola menggagas dan menyelenggarakan pertemuan pertama di Bogor, Jawa Barat, 5-6 April 2010. Dalam pertemuan tersebut ada sekitar 21 orang dan kelompok yang bersepakat untuk meneruskan usaha pembentukan organisasi payung. Pertemuan kedua berlanjut di Yogyakarta, 4-5 Mei 2010, dengan hasil program kerja yang lebih konkret untuk organisasi yang akan dibentuk. Yaitu, menggalang dan mengelola sumber daya, mendorong kehadiran kebijakan publik tentang kesenian, dan distribusi pengetahuan.

Pada pertemuan selanjutnya, di Bandung, Jawa Barat, 21-22 Juni 2010, lahirlah nama yang disepakati: Koalisi Seni Indonesia. Juga terpilih lima orang anggota Komite Pengarah (Steering Committee) yang bertugas sampai badan hukum organisasi ini diresmikan. Pertemuan selanjutnya di Jakarta, 19 Maret 2011, dan pada kesempatan tersebut dilakukan pembahasan atas rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disiapkan oleh Komite Pengarah. Juga disepakati bahwa Koalisi Seni Indonesia harus diperkenalkan kepada sebanyak mungkin orang yang bekerja di dunia kesenian dan mengajak lebih banyak lagi calon anggota.

Pada Rapat Kerja Pembentukan KSI di Jakarta, 3 Mei 2012, muncul tekad untuk menjadikan KSI sebagai pendorong terciptanya perkembangan kesenian yang lebih baik di Indonesia. KSI sebagai organisasi payung diharapkan mampu berperan sebagai fasilitator dan dinamisator untuk mewujudkan misi-misi yang sudah ditetapkan. Rapat Kerja itu juga berhasil meresmikan Anggaran Dasar KSI dan berhasil memilih Pengurus dan Pengawas masa bakti 2012-2015.

Rapat Kerja juga berhasil memutuskan pedoman dasar program KSI yang meliputi:

  1. Penggalangan dan pengelolaan sumber daya
  2. Kampanye publik untuk dukungan terhadap pengembangan kesenian
  3. Mendorong lahirnya kebijakan kesenian
  4. Mendorong tersedianya dana abadi untuk kesenian (national endowment for the arts).

Melalui mekanisme kerja berjejaring, sejak tahun 2013 KSI aktif melakukan: sosialisasi tentang PP No. 93/2010 kepada para pemangku kepentingan; adanya insentif pajak bagi perusahaan yang mensponsori kegiatan kesenian melalui dana promosi; menanggapi adanya RUU Kebudayaan; pemetaan organisasi dan pelaku kesenian di Indonesia.

Kini, setelah tiga tahun masa kepengurusannya, KSI memilih pengurus dan pengawas baru periode 2015 – 2018. Pemilihan ini dilakukan saat Rapat Umum Anggota (RUA) Koalisi Seni Indonesia 2015 pada Rabu, 23 September 2015, bertempat di kantor Koalisi Seni Indonesia. Sebanyak 45 peserta, dimana sembilan (9) diantaranya diwakilkan Kuasa, hadir pada saat itu. Damar Juniarto, bertindak sebagai Pimpinan Rapat. Berikut Susunan Pengurus dan Pengawas (2015 – 2018).

Pengurus

Ketua              : M. Abduh Aziz

Wakil Ketua  : Hikmat Darmawan

Sekretaris      : Alia Swastika

Bendahara    : Linda Hoemar Abidin

 

Pengawas

Ketua       : F.X. Harsono

Anggota : Ubiet Nyak Ina Raseuki, Kusen Alipah