{"id":15305,"date":"2020-10-21T16:12:25","date_gmt":"2020-10-21T09:12:25","guid":{"rendered":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/"},"modified":"2020-10-21T16:12:25","modified_gmt":"2020-10-21T09:12:25","slug":"pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/","title":{"rendered":"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p><em><a href=\"https:\/\/koran.tempo.co\/read\/nasional\/459008\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-12377\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-koran-tempo-hal-7-pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan-650x792.jpeg\" alt=\"\" width=\"370\" height=\"451\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-koran-tempo-hal-7-pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan-650x792.jpeg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-koran-tempo-hal-7-pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan-600x731.jpeg 600w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-koran-tempo-hal-7-pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan.jpeg 766w\" sizes=\"auto, (max-width: 370px) 100vw, 370px\" \/>Sumber: Koran Tempo hal 7, 20 Oktober 2020<\/a><\/em><\/p>\n<p>Seni pertunjukan teater, musik, dan tari lebih sulit beralih ke versi virtual.<\/p>\n<p>JAKARTA \u2013 Pameran tunggal berjudul Sayur, Seni, Segar menjadi pentas perdana komunitas seni fotografi Ruang MES 56 sejak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melanda Tanah Air. Pertunjukan itu dihelat di Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta, selama dua pekan pada 23 September hingga 6 Oktober lalu.<\/p>\n<p>Panitia kegiatan sudah menyiapkan sejumlah syarat protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pameran. Misalnya, panitia menyediakan tempat cuci tangan, sabun, dan cairan pembersih tangan yang ditempatkan di beranda ruangan pameran.<\/p>\n<p>Panitia juga menyertakan papan informasi tentang protokol kesehatan di lokasi pameran. Selain itu, panitia membatasi jumlah pengunjung yang datang ke lokasi pameran, maksimal sepuluh orang. Tujuannya, agar pengunjung bisa menjaga jarak fisik.<\/p>\n<p>\u201cIni pameran uji coba, selama masa pandemi dengan memperhatikan protokol kesehatan,\u201d kata Direktur Ruang MES 45, Anang Saptoto, kemarin.<\/p>\n<p>Anang memamerkan sejumlah karyanya dalam pameran kali ini. Karya-karyanya bertema kegiatan petani perempuan pada masa pandemi. Kedisplinan terhadap protokol kesehatan juga menjadi tema dalam sejumlah foto karya Anang.<\/p>\n<p>Setelah kegiatan pameran ini, Anang dan komunitasnya tengah menyiapkan pameran lanjutan di studio terbuka. Pameran itu akan ditata di rumah Ketua Kelompok Wanita Tani Langgeng Makmur, Sri Harini, di Kecamatan Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Di tengah ketidakpastian akibat pandemi, seniman di Yogyakarta tetap menggelar pameran dengan cara bersiasat. Pameran seni kontemporer Artjog termasuk yang sukses berpameran dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Panitia bersiasat dengan cara menggelar pameran secara daring dan kunjungan langsung dengan jumlah peserta yang terbatas dan wajib mengikuti protokol kesehatan.<\/p>\n<p>Artjog menggelar pameran di ruang pameran Jogja National Museum pada 8 Agustus hingga 10 Oktober lalu. Jumlah pengunjung ke lokasi pameran dibatasi. Panitia menerapkan sistem kunjungan langsung dalam tiga sesi setiap harinya. Lalu setiap sesi hanya tersedia untuk 60 orang. Pengunjung akan menikmati karya 78 seniman berupa lukisan, patung, dan seni instalasi.<\/p>\n<p>Lalu panitia memberi syarat khusus bagi pengunjung yang datang dari luar Yogyakarta. Mereka harus melengkapi diri dengan surat keterangan kesehatan dengan hasil tes non-reaktif maupun <em>swab<\/em> negatif Covid-19 saat proses <em>check-in<\/em>. \u201cSemua sesuai dengan protokol kesehatan dan kami aktif berkomunikasi dengan Satgas Covid,\u201d kata pendiri Artjog, Heri Pemad.<\/p>\n<p>Koordinator peneliti kebijakan seni dan budaya dari Koalisi Seni, <a href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/team\/ratri-ninditya\/\">Ratri Ninditya<\/a>, mengatakan bukan perkara mudah mengkonversi kegiatan seni dari tatap muka ke bentuk virtual. Sebagai contoh, kata dia, seni sastra yang paling mudah pindah ke digital saja sulit bertahan. \u201cSejumlah toko buku indie atau kecil terancam gulung tikar,\u201d kata Ratri, kemarin.<\/p>\n<p>Menurut Ratri, seni pertunjukan teater, musik, dan tari cenderung lebih sulit beralih ke versi virtual. Ratri menyebutkan bahwa para pelaku pertunjukan teater dan lainnya masih resisten dengan media digital.<\/p>\n<p>\u201cMereka merasa interaksi penonton-penampil tidak bisa dicapai jika secara virtual,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk menyiasati hal tersebut, sejumlah kelompok teater akan membuat perkumpulan melalui daring. Cara lainnya, kata Ratri, sejumlah seniman, khususnya seni musik, menemukan panggung atau materi penampilan baru dalam situasi pandemi. \u201cSeniman mau tidak mau dibuat lebih sensitif merespons masalah sosial aktual di sekitarnya,\u201d ujar Ratri.<\/p>\n<p>SHINTA MAHARANI (YOGYAKARTA)\/INDRA WIJAYA<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><strong>Skenario Seni di Masa Wabah<\/strong><\/h4>\n<p><strong>PANDEMI <\/strong>Coronavirus Disease 2019 memaksa kegiatan kesenian ikut bergeser dari tatap muka ke dunia digital. Berikut ini e<a href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/?p=11742\">mpat skenario kegiatan seni pada masa pandemi<\/a> menurut Koalisi Seni.<\/p>\n<p><strong>Seniman Konten Prekariat<\/strong><\/p>\n<p>Skenario ini membayangkan interaksi antar-pelaku di ruang virtual, dengan motif ekonomi menjadi relasi utama. Dalam kondisi ini, seniman akan sibuk di depan layar. Mereka terobsesi dengan pembuatan konten sensasional setiap hari. Tapi jumlah penonton nol karena semua orang telah menjadi seniman siaran langsung. Akan muncul generasi prekariat atau pekerja rentan seiring dengan kesempatan berkarya yang semakin sempit.<\/p>\n<p><strong>Gerakan Seni Virtual<\/strong><\/p>\n<p>Ketika interaksi utama terjadi di ruang virtual dan relasi sifatnya afektif, akan muncul berbagai komunitas yang keterikatannya tumbuh dari sebelum masa pandemi. Mereka akan menyiasati mahalnya biaya akses Internet dengan membangun jaringan Internet sendiri. Lewat berbagai platform media sosial, komunitas ini memperluas jaringan, memobilisasi sumber daya, dan melibatkan diri dalam jejaring serta gerakan tagar tingkat dunia. Komunitas saling terhubung di media sosial karena kesamaan ide.<\/p>\n<p><strong>Seni sebagai Keseharian<\/strong><\/p>\n<p>Ketika interaksi hanya dimungkinkan di ruang fisik dan relasi antar pihak yang dominan bersifat afektif, desa menjadi unit yang paling subsisten. Di perkotaan, seni berkumpul dalam jumlah kecil untuk mendiskusikan estetika baru.<\/p>\n<p><strong>Hiburan Warga<\/strong><\/p>\n<p>Kesulitan mengakses Internet sekaligus hasrat interaksi fisik yang tak bisa tergantikan membuat orang menghibur diri dengan pertunjukan berbayar dari masyarakat sekitar. Penyanyi kafe, kelompok orkes dangdut, dan pengamen relatif diuntungkan dengan sistem transaksi ini. Tenaga teknis juga akan terpakai keahliannya untuk membangun panggung pertunjukan berskala kecil. Perupa mungkin mendapat pekerjaan komisi untuk menunjang unit usaha kecil dan menengah, seperti melukis mural di warung kopi atau menghias panggung seni warga.<\/p>\n<p>TEKS: INDRA WIJAYA<\/p>\n<p><em>Liputan media ini diketik ulang oleh Margaret Megan, pemagang komunikasi Koalisi Seni<\/em><\/p>\n<p><em>Ilustrasi oleh <a href=\"https:\/\/pixabay.com\/users\/alexandra_koch-621802\/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=5325739\">Alexandra_Koch<\/a> via <\/em><a href=\"https:\/\/pixabay.com\/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=5325739\"><em>Pixabay<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: Koran Tempo hal 7, 20 Oktober 2020 Seni pertunjukan teater, musik, dan tari lebih sulit beralih ke versi virtual. JAKARTA \u2013 Pameran tunggal berjudul Sayur, Seni, Segar menjadi pentas perdana komunitas seni fotografi Ruang MES 56 sejak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melanda Tanah Air. Pertunjukan itu dihelat di Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta, selama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":29,"featured_media":13713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[419],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-15305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-en"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan - Koalisi Seni<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan - Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-21T09:12:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"558\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Koalisi Seni\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a815874ce5c50d0e5524daf3ac21e942\"},\"headline\":\"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan\",\"datePublished\":\"2020-10-21T09:12:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\"},\"wordCount\":774,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @en\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\",\"name\":\"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan - Koalisi Seni\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg\",\"datePublished\":\"2020-10-21T09:12:25+00:00\",\"description\":\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg\",\"width\":1280,\"height\":558},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"description\":\"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"width\":3200,\"height\":3200,\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a815874ce5c50d0e5524daf3ac21e942\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/7ddff061b6bd383d5224662dd5bd9f16\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/839734f3ed3b1b4d8e057ed712c7b18ca30620f92d29c1701bcce6e3e4cf9fb8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/839734f3ed3b1b4d8e057ed712c7b18ca30620f92d29c1701bcce6e3e4cf9fb8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/koalisiseni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan - Koalisi Seni","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan - Koalisi Seni","og_description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","og_url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/","og_site_name":"Koalisi Seni","article_published_time":"2020-10-21T09:12:25+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":558,"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Koalisi Seni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Koalisi Seni","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/"},"author":{"name":"Koalisi Seni","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a815874ce5c50d0e5524daf3ac21e942"},"headline":"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan","datePublished":"2020-10-21T09:12:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/"},"wordCount":774,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg","articleSection":["Uncategorized @en"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/","name":"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan - Koalisi Seni","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg","datePublished":"2020-10-21T09:12:25+00:00","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#primaryimage","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/20201020-ilustrasi.jpg","width":1280,"height":558},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/pameran-seni-dengan-protokol-kesehatan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pameran Seni dengan Protokol Kesehatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","name":"Koalisi Seni","description":"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik","publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization","name":"Koalisi Seni","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","width":3200,"height":3200,"caption":"Koalisi Seni"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a815874ce5c50d0e5524daf3ac21e942","name":"Koalisi Seni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/7ddff061b6bd383d5224662dd5bd9f16","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/839734f3ed3b1b4d8e057ed712c7b18ca30620f92d29c1701bcce6e3e4cf9fb8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/839734f3ed3b1b4d8e057ed712c7b18ca30620f92d29c1701bcce6e3e4cf9fb8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Koalisi Seni"},"sameAs":["https:\/\/koalisiseni.or.id"],"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/koalisiseni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/29"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15305"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}