{"id":15364,"date":"2019-07-30T15:00:14","date_gmt":"2019-07-30T08:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/"},"modified":"2019-07-30T15:00:14","modified_gmt":"2019-07-30T08:00:14","slug":"padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/","title":{"rendered":"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta &#8211; Selama ini, eksakta alias ilmu pasti kerap diusung sebagai penggerak utama pendidikan untuk pembangunan. Namun, <\/span><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/steam-not-stem-why-scientists-need-arts-training-89788\"><span style=\"font-weight: 400;\">makin banyak bukti ilmiah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menyoroti pentingnya seni untuk menyeimbangkan eksakta. Jika dulu fokus pendidikan hanya pada STEM (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">science, technology, engineering, mathematics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/sains, teknologi, rekayasa, matematika), kini unsur seni acap dimasukkan sehingga paket komplitnya menjadi <\/span><a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S1877050913011174\/pdf?md5=0db2a4ebc7d022e8184e6caf1cd6323f&amp;pid=1-s2.0-S1877050913011174-main.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">STEAM<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">science, technology, engineering, arts, mathematics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeni punya banyak kebebasan. Tidak seperti sains yang rigid, dingin, dan kadang angkuh, seni adalah hal yang longgar dan bebas. Seni membuka relasi dan dikonsumsi oleh masyarakat secara aman,\u201d ujar Premana W. Premadi, ahli astrofisika sekaligus Direktur <\/span><a href=\"https:\/\/bosscha.itb.ac.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Observatorium Bosscha<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam sesi khusus yang diadakan Koalisi Seni pada Indonesia Development Forum (IDF) 2019 pada 23 Juli 2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Premana, astronomi sangat bisa menjadi pintu masuk untuk pembelajaran STEAM bagi sumber daya manusia (SDM). Keindahan langit seringkali menjadi rujukan universal sains dan juga sumber inspirasi seni, imajinasi, kekuatan spiritual, sehingga ia dapat menyambungkan STEM dan Arts. \u201cTapi, pembelajaran melalui metode STEAM harus mementingkan konteks generasi muda kita. Sebab pembelajaran hanya bermakna hanya kalau kontekstual dan relevan,\u201d ucap anggota Koalisi Seni itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Moe Chiba, Programme Specialist and Head of Unit Culture UNESCO Jakarta, mengamini pentingnya seni dalam memajukan pembangunan. Ia mengambil studi kasus percontohan UNESCO di India pada 2015-2019. Di India, seni dan pegiat seni bukanlah bagian dalam rencana pembangunan. Bermitra dengan organisasi lokal, UNESCO meningkatkan kapasitas 30.000 seniman di desa-desa di Bengali Barat dan membukakan akses mereka ke pasar. Program itu berhasil memicu komunitas untuk bangga dan percaya diri, mengurangi laju urbanisasi, serta mengerek rata-rata pendapatan peserta hingga 10 kali lipat. Kerukunan antara penduduk beragama Hindu dan Islam pun meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Chiba yakin, Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan seni untuk pembangunan, sebab seni sudah menjadi bagian rencana pembangunan. Tapi, Indonesia belum memiliki SDM seni mumpuni, semisal belum cukup ada lembaga pendidikan produksi film dan penerjemah karya sastra. Lebih lanjut, \u201cBudaya itu perlu dikelola, sehingga Indonesia perlu tenaga manajemen data, pengelola SDM, serta mekanisme pendanaan yang mumpuni. Di bagian ini Indonesia, juga negara-negara Asia pada umumnya, masih sangat lemah. Untuk mendanai sektor budaya, kita tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Contohnya di India, ada pajak 2% bagi botol bir untuk mendanai kebudayaan,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maria Tri Sulistyani, Pendiri dan Ko-Direktur Artistik <\/span><a href=\"https:\/\/www.papermoonpuppet.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papermoon Puppet Theatre<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, mengungkapkan tiga tantangan yang sering dihadapi seniman di Indonesia. \u201cTidak mudah mementaskan karya di negeri kami sendiri. Hal yang harus dipikirkan: akses untuk mengapresiasi, agar masyarakat dapat melihat pertunjukan yang berkualitas. Seni harus dirasakan secara panca indera, tidak bisa hanya via YouTube. Seni harus ditemui, dicium, diraba. Kemudian, akses produksi. Ketika sudah terinsipirasi, seseorang dapat menghasilkan karya, namun ia perlu akses ke produksi agar bisa mewujudkannya.Ketiga, akses presentasi. Karya seni haruslah ditampilkan agar semakin banyak orang yang melihat,\u201d kata perempuan yang akrab disapa Ria itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ria menyarankan semua orang segera mencari dan menonton agenda pertunjukan seni terdekat. \u201cAjak teman dan keluarga yang tidak pernah nonton seni. Kalau sudah bisa mengajak mereka menonton, kalian sedang memajukan ekosistem kesenian dan kebudayaan di Indonesia,\u201d ucap penggagas teater boneka yang juga anggota Koalisi Seni tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengakui Indonesia masih perlu mengatasi tantangan mengurus rantai tata kelola kebudayaan. \u201cAda lima komponen rantai tata kelola tersebut, yaitu kreasi, produksi, diseminasi, eksibisi, dan konsumsi. Dari rantai nilai tersebut, Indonesia baru bisa mengisi 30% dari yang tersedia. Banyak ide bagus tidak bisa dieksekusi bukan karena tidak punya uang, tapi tidak memiliki tenaga teknis yang cukup,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menyatakan pemerintah melakukan banyak upaya untuk mengatasinya. Antara lain, membangun mekanisme dana perwalian kebudayaan seperti diamanatkan <\/span><a href=\"http:\/\/pemajuankebudayaan.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Undang-undang Pemajuan Kebudayaan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk memastikan keberlanjutan dan ketersambungan inisiatif masyarakat. Sehingga, kreator bisa menyelenggarakan kegiatannya tidak semata demi tujuan komersial, tapi juga untuk kepentingan publik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKebudayaan terlalu serius kalau hanya untuk diurus pemerintah. Keterlibatan publik juga penting,\u201d ucap Hilmar dalam pernyataan penutupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meminjam pernyataan tersebut, Premana mengatakan, \u201cAlam semesta terlalu besar dan kaya untuk dinikmati astronom sendiri. STEAM harus hidup di hati dan pikiran.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9117 aligncenter\" src=\"http:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IDF-3.jpg\" alt=\"\" width=\"582\" height=\"580\" data-id=\"9117\" \/><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">M<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">engakhiri sesi khusus ini, tim Papermoon menghadirkan seni di dalam forum secara nyata. Abak, boneka setinggi lebih dari tiga meter, berjalan pelan di tengah-tengah area peserta. \u201cAbak adalah orang tua kita yang merindukan anaknya yang pergi terlalu jauh,\u201d kata Ria memperkenalkannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boneka ini pertama kali ditampilkan Papermoon dalam <\/span><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/read\/detail\/215977-warna-warni-konser-monokrom.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">konser Monokrom Tulus<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sebagai perwujudan kakek sang penyanyi yang tak pernah ditemuinya. Seperti saat konser itu, ketika Abak hadir di IDF 2019, banyak hadirin tak kuasa menahan air mata. Lewat seni, Papermoon sukses memicu hadirnya memori dan emosi penonton saat menafsirkan cerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Koalisi Seni mengucapkan banyak terima kasih bagi semua anggota yang telah berpartisipasi dalam Indonesia Development Forum sebagai penampil, pembicara dan fasilitator: Papermoon Puppet Theatre; Premana W. Premadi, Direktur Observatorium Bosscha; Dede Pramayoza dari Jaringan Festival Kebudayaan Berbasis Masyarakat; Irma Hidayana dari Kios Ojo Keos; Purnama Sari Pelupessy dari Sang Akar Institute; Gustaff Hariman Iskandar dari Common Room; serta Dani Wahyu Moenggoro dan Budhita Kismadi dari INSPIRIT.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Simak <\/span><\/i><a href=\"http:\/\/koalisiseni.or.id\/menyuburkan-imajinasi-untuk-membangun-negeri\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">siaran pers sesi khusus tersebut di sini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1FGvNJvcoqIkoZrV0zmCjVGu95UnCqqGd\/view?usp=sharing\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan lengkap sesi ini tersedia di laman ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Selama ini, eksakta alias ilmu pasti kerap diusung sebagai penggerak utama pendidikan untuk pembangunan. Namun, makin banyak bukti ilmiah menyoroti pentingnya seni untuk menyeimbangkan eksakta. Jika dulu fokus pendidikan hanya pada STEM (science, technology, engineering, mathematics\/sains, teknologi, rekayasa, matematika), kini unsur seni acap dimasukkan sehingga paket komplitnya menjadi STEAM (science, technology, engineering, arts, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13252,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[419],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-15364","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-en"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan - Koalisi Seni<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan - Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-30T08:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Koalisi Seni Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Koalisi Seni Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Koalisi Seni Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04\"},\"headline\":\"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan\",\"datePublished\":\"2019-07-30T08:00:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\"},\"wordCount\":822,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @en\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\",\"name\":\"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan - Koalisi Seni\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg\",\"datePublished\":\"2019-07-30T08:00:14+00:00\",\"description\":\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"description\":\"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"width\":3200,\"height\":3200,\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04\",\"name\":\"Koalisi Seni Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ff9277301922930e30f04bdcf15f4fe7\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koalisi Seni Indonesia\"},\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/koalisiseniindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan - Koalisi Seni","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan - Koalisi Seni","og_description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","og_url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/","og_site_name":"Koalisi Seni","article_published_time":"2019-07-30T08:00:14+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Koalisi Seni Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Koalisi Seni Indonesia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/"},"author":{"name":"Koalisi Seni Indonesia","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04"},"headline":"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan","datePublished":"2019-07-30T08:00:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/"},"wordCount":822,"publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg","articleSection":["Uncategorized @en"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/","name":"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan - Koalisi Seni","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg","datePublished":"2019-07-30T08:00:14+00:00","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#primaryimage","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/padu-padan-seni-dan-eksakta-untuk-pembangunan.jpg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/padu-padan-seni-budaya-dan-sains-untuk-pembangunan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Padu Padan Seni dan Eksakta untuk Pembangunan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","name":"Koalisi Seni","description":"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik","publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization","name":"Koalisi Seni","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","width":3200,"height":3200,"caption":"Koalisi Seni"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04","name":"Koalisi Seni Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ff9277301922930e30f04bdcf15f4fe7","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Koalisi Seni Indonesia"},"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/koalisiseniindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15364","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15364"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15364\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15364"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15364"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15364"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15364"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}