{"id":15416,"date":"2017-11-29T00:10:53","date_gmt":"2017-11-28T17:10:53","guid":{"rendered":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/"},"modified":"2017-11-29T00:10:53","modified_gmt":"2017-11-28T17:10:53","slug":"uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/","title":{"rendered":"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>UU No. 5\/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan<\/strong>\u00a0<strong>tidak hadir untuk membatasi kebudayaan, tetapi untuk memajukannya. Amanah ini menjadi tanggungjawab bersama, terutama masyarakat Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p>\u201cSeperti yang diketahui, budaya memerlukan kebebasan bergerak. Ketika ada Undang-Undang-nya, apakah kemudian kebudayaan menjadi terbatas atau kaku?<\/p>\n<div id=\"attachment_1261\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-1261\" class=\"wp-image-1261\" src=\"http:\/\/koalisiseni.andangkelana.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682-650x433.jpg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682-768x512.jpg 768w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682-600x399.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><p id=\"caption-attachment-1261\" class=\"wp-caption-text\">Hilmar Farid<\/p><\/div>\n<p>Pertanyaan retoris ini muncul dari Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Republik Indonesia saat ia menjadi narasumber konvensi seni bertajuk <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=bT5Gd6xqe-0\">\u201c<em>Mainstreaming Culture in Indonesia<\/em>\u201d<\/a> yang diselenggarakan oleh Koalisi Seni Indonesia bekerjasama dengan Indonesian Contemporary Art &amp; Design (ICAD) pada 20 Oktober 2017. Acara ini diadakan untuk mengetahui lebih lanjut tentang isi dan manfaat<a href=\"http:\/\/koalisiseni.or.id\/download\/uu-nomor-5-tahun-2017-tentang-pemajuan-kebudayaan\/\"> UU No. 5\/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan<\/a> (selanjutnya disebut UU Pemajuan Kebudayaan).<\/p>\n<p>Undang-undang yang disahkan pada 27 April 2017 setelah mengalami proses pembahasan selama 35 tahun ini, ditekankan Hilmar, tak berupaya membatasi kebudayaan, tetapi memajukannya. Ini sesuai dengan amanat Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 yang berbunyi \u201cNegara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya\u201d. Tujuan pemajuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.<\/p>\n<p>\u201cDalam alinea ke-4 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, disebutkan bahwa Republik ini dibangun untuk melindungi segenap bangsa dan tanah air, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Arahnya jelas. Jadi, kalau kita berbicara tentang arah kebudayaan mau kemana dan seterusnya, arahnya ini,\u201d lanjut Hilmar.<\/p>\n<p>Lalu bagaimana memajukan kebudayaan?<\/p>\n<p>Dalam Undang-Undang ini, pemajuan kebudayaan dilakukan dengan beberapa upaya, yaitu pelindungan, pengembangan, pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan, serta pembinaan terhadap sumber daya manusia kebudayaan. \u201cMandat pertama adalah mengenali, lalu mengembangkannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<pre>Baca juga: <a href=\"http:\/\/koalisiseni.or.id\/perlunya-partisipasi-masyarakat-dalam-penyusunan-strategi-kebudayaan-nasional\/\">Perlunya Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Strategi Kebudayaan Nasional<\/a><\/pre>\n<p>Upaya-upaya ini penting dilakukan agar potensi budaya Indonesia bisa tergarap dengan baik. Dalam UU Pemajuan Kebudayaan ada 10 objek pemajuan kebudayaan, yaitu tradisi lisan; manuskrip; adat istiadat; ritus; pengetahuan tradisonal; seni; bahasa; permainan rakyat; dan olahraga tradisional. Logika yang digunakan dalam memahami kesepuluh objek ini adalah taksonomi, bukan logika kategorial. Adapun 11 asas yang dianut dalam memajukan kebudayaan, yaitu manfaat, partisipatif, lintas wilayah, kelokalan, toleransi, keberagaman, keberlanjutan, keterpaduan, kesederajatan, kebebasan berekspresi dan gotong royong.<\/p>\n<p>Dalam diskusi hari itu, Hilmar pun menekankan pentingnya pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan di bidang kebudayaan. Perhatian terhadap sekolah musik, bahasa dan sastra, film, seni rupa dan bidang lainnya perlu ditingkatkan. \u201cTugas ini bukan hanya tanggungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di pusat, melainkan juga tugas para Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masing-masing daerah. Ini adalah tugas bersama, sesuai amanah Undang-Undang ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<pre>Baca juga: <a href=\"http:\/\/koalisiseni.or.id\/bappenas-menaruh-perhatian-besar-pada-kebudayaan-sebagai-isu-penting-pembangunan\/\">Bappenas Menaruh Perhatian Besar Pada Kebudayaan sebagai Isu Penting Pembangunan<\/a><\/pre>\n<p>Pengesahan UU No. 5\/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ini baru permulaan. Setelah ini, perlu adanya regulasi yang mengatur pelaksanaannya di lapangan. \u201cSalah satu peraturan turunan dari Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan adalah regulasi mengenai penyusunan strategi kebudayaan nasional yang akan menjadi panduan untuk semua, terutama pemerintah. Penyusunannya melibatkan masyarakat, mulai dari tingkat kabupaten atau kota. Di sinilah nantinya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.\u201d jelas Hilmar Farid.<\/p>\n<p>Penulis: Puteri Aliya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Undang-undang yang disahkan pada 27 April 2017 setelah mengalami proses pembahasan selama 35 tahun ini, ditekankan Hilmar, tak berupaya membatasi kebudayaan, tetapi memajukannya. Ini sesuai dengan amanat Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945 yang berbunyi \u201cNegara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya\u201d. Tujuan pemajuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":12997,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[419],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-15416","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-en"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi - Koalisi Seni<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi - Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-28T17:10:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Puteri Aliya\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Puteri Aliya\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\"},\"author\":{\"name\":\"Puteri Aliya\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/3625ffb61e0e90e5e227c6e4668ce141\"},\"headline\":\"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi\",\"datePublished\":\"2017-11-28T17:10:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\"},\"wordCount\":463,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @en\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\",\"name\":\"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi - Koalisi Seni\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg\",\"datePublished\":\"2017-11-28T17:10:53+00:00\",\"description\":\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg\",\"width\":1024,\"height\":682,\"caption\":\"Hilmar Farid\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"description\":\"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"width\":3200,\"height\":3200,\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/3625ffb61e0e90e5e227c6e4668ce141\",\"name\":\"Puteri Aliya\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ae5acfcd02dbb31288ff85cc7d40d37f\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d259f2be9dc01cea834497cd2c84c9f871a648074a7ccf5d96a8f9c6ead5f1f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d259f2be9dc01cea834497cd2c84c9f871a648074a7ccf5d96a8f9c6ead5f1f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Puteri Aliya\"},\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/puteri-aliya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi - Koalisi Seni","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi - Koalisi Seni","og_description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","og_url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/","og_site_name":"Koalisi Seni","article_published_time":"2017-11-28T17:10:53+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":682,"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Puteri Aliya","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Puteri Aliya","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/"},"author":{"name":"Puteri Aliya","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/3625ffb61e0e90e5e227c6e4668ce141"},"headline":"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi","datePublished":"2017-11-28T17:10:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/"},"wordCount":463,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg","articleSection":["Uncategorized @en"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/","name":"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi - Koalisi Seni","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg","datePublished":"2017-11-28T17:10:53+00:00","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/3-1024x682.jpg","width":1024,"height":682,"caption":"Hilmar Farid"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/uu-tentang-pemajuan-kebudayaan-memajukan-bukan-membatasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UU tentang Pemajuan Kebudayaan: Memajukan, Bukan Membatasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","name":"Koalisi Seni","description":"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik","publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization","name":"Koalisi Seni","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","width":3200,"height":3200,"caption":"Koalisi Seni"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/3625ffb61e0e90e5e227c6e4668ce141","name":"Puteri Aliya","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ae5acfcd02dbb31288ff85cc7d40d37f","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d259f2be9dc01cea834497cd2c84c9f871a648074a7ccf5d96a8f9c6ead5f1f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0d259f2be9dc01cea834497cd2c84c9f871a648074a7ccf5d96a8f9c6ead5f1f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Puteri Aliya"},"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/puteri-aliya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15416","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15416"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15416\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15416"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15416"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15416"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15416"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}