{"id":15437,"date":"2017-05-18T18:10:39","date_gmt":"2017-05-18T11:10:39","guid":{"rendered":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/"},"modified":"2017-05-18T18:10:39","modified_gmt":"2017-05-18T11:10:39","slug":"membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/","title":{"rendered":"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element \">\n<div class=\"wpb_wrapper\">\n<p>Pada 1 hingga 3 Maret 2017 diadakan rapat koordinasi Bidang Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p>Rakor yang mengambil tema \u201cMembangun (Kebudayaan) dari Pinggiran; Perspektif Kebudayaan dalam Pendidikan Vokasional dan Pendidikan Karakter\u201d itu membahas pentingnya pusat-pusat seni dan budaya di pinggir (daerah terluar Indonesia), yang berbasis komunitas. Selain itu, diperlukan pula sebuah ruang yang lebih luas untuk membangun dan mengembangkan kebudayaan.<\/p>\n<p>\u201cKebudayaan tanpa komunitas, susah dibayangkan,\u201d\u00a0 kata Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, saat membuka rakor.<\/p>\n<p>Perihal membangun pusat-pusat kebudayaan dari pinggir, sudah tertuang dalam kebijakan pembangunan kebudayaan (2015-2019). Intinya, akan dibuka akses luas bagi publik agar bisa terlibat aktif dalam aktivitas budaya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kebudayaan Mengalir dari Masyarakat<\/strong><\/p>\n<p>Hilmar mengatakan, kebudayaan mengalir dari masyarakat. Peran negara, menurut Hilmar, sebagai pendorong dan memfasilitasi. Dengan alokasi anggaran terbatas di sektor kebudayaan, pilihan terbaik bukan membangun sarana kebudayaan, misalnya gedung kesenian atau museum baru. Namun, memanfaatkan ruang kosong menjadi tempat aktivitas seni dan budaya.<\/p>\n<p>\u201cYang penting dilakukan, bagaimana mengembangkan ruang-ruang yang tersedia (di masyarakat) untuk mengembangkan kebudayaan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Hilmar melanjutkan, harus dimulai aksi untuk meningkatkan aktivitas budaya. Hal ini juga bagian dari kebijakan pembangunan kebudayaan. Caranya, dengan memperbaiki tata kelola kebudayaan melalui perumusan kebijakan di hulu.<\/p>\n<p>Sedang perumusan di hilir, dilakukan dengan mengembangkan ekonomi kreatif, sekaligus mengembangkan platform digital, agar bisa berkiprah dalam ekonomi baru di tingkat global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Jangan Cuma Isapan Jempol<\/strong><\/p>\n<p>Bagi Bupati Belu di Timor Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Willybrodus Lay, fokus membangun kebudayaan dari pinggir merupakan wujud nyata pembangunan nasional, yang mengangkat jati diri dan identitas bangsa di perbatasan negara.<\/p>\n<p>\u201cMenjadi pemenuhan harapan kami di Kabupaten Belu dan kabupaten-kabupaten perbatasan negara lainnya, yang masuk dalam kategori pinggiran Indonesia,\u201d kata Willybrodus yang menjadi pembicara tentang implementasi pelaksanaan UU No 23 Tahun 2014 Bidang Kebudayaan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, meski Sekjen Ditjen Kebudayaan, Nono Adya Supriyatno, mengatakan bahwa hasil rakor akan diwujudkan pada 2017, dan selebihnya bisa menjadi rencana yang diimplementasikan pada 2018, masih muncul keraguan sejumlah peserta.<\/p>\n<p>Salah seorang peserta dari komunitas berharap, kebijakan pembangunan kebudayaan dari pinggir sebagai landasan aksi tak semata-mata menjadi simpulan rakor. \u201cSeringkali rekomendasi bagus, nyatanya tak jalan dalam pelaksanaan,\u201d kata salah seorang peserta yang berasal dari Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>Keraguan sejumlah peserta ini tampaknya cukup beralasan. Faktanya, birokrasi di daerah kerap berjalan tak paralel dengan kebijakan pusat. Contoh sederhananya, gairah seniman untuk meramaikan kegiatan budaya di daerah sering berbenturan dengan sikap pengelola taman budaya yang belum memahami sarana itu sebagai tempat pembentukan karakter.<\/p>\n<p>Meski begitu, tentu sejumlah peserta yang ragu tadi bisa sedikit bernapas lega. Hilmar mengatakan, supaya yang dibicarakan atau didiskusikan bukan sekadar menjadi catatan belaka. Ia berharap, peserta rakor kembali membicarakan dan mensosialisasikan hasil rakor di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cRencana terus tanpa aksi, akhirnya hanya tinggal rencana. Harus ada ketetapan hati. (Bahasa) kerennya, harus ada komitmen untuk memulai aksi,\u201d kata Hilmar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1296\" src=\"http:\/\/koalisiseni.andangkelana.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg 800w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi-650x366.jpg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi-768x432.jpg 768w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi-600x337.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p><strong>Festival Indonesiana<\/strong><\/p>\n<p>Hilmar menyampaikan gagasan Festival Indonesiana. Istilah ini mengacu pada festival seni dengan gaya atau cara Indonesia. Gagasan ini akan menjadi landasan kegiatan artistik secara umum, yang akan menampilkan kekayaan seni Indonesia.<\/p>\n<p>\u201c(Gagasan) ini hasil diskusi dengan pemikir dan praktisi seni untuk melanjutkan agenda World Culture Forum,\u201d kata Hilmar.<\/p>\n<p>Konsep penyelenggaraan Festival Indonesiana ini juga bagian dari implementasi meriuhkan ruang-ruang publik. Aktivitasnya bisa dilakukan di semua daerah yang sudah siap, di taman budaya, dan ruang seni lainnya. Festival Indonesiana rencananya akan dilakukan di semester kedua tahun 2018.<\/p>\n<p>Sementara itu, dalam rakor tersebut, Makarim Wibisono mempresentasikan festival seni internasional yang diadakan sejak 1969, Europalia Arts Festival. Festival ini berlangsung selama 4 bulan.<\/p>\n<p>Sejak 1969 hingga 2015, festival tersebut diikuti 35 negara tamu, dengan 9.573 even, dan total pengunjung 18.120.683 orang. Dalam festival itu, negara tamu berhak menampilkan aneka disiplin kesenian.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri mendapat kesempatan sebagai negara tamu di Europalia Arts Festival, 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018. Momen itu tak hanya bisa menarik wisatawan Eropa untuk berkunjung ke Indonesia, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk-produk seni Indonesia.<\/p>\n<p>Mataram, 3 Maret 2017<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 1 hingga 3 Maret 2017 diadakan rapat koordinasi Bidang Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":13013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[419],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-15437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-en"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir - Koalisi Seni<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir - Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-18T11:10:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kongso Sukoco\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kongso Sukoco\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\"},\"author\":{\"name\":\"Kongso Sukoco\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a921b65429cd0c564af99ecb1864a24e\"},\"headline\":\"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir\",\"datePublished\":\"2017-05-18T11:10:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\"},\"wordCount\":630,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @en\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\",\"name\":\"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir - Koalisi Seni\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-18T11:10:39+00:00\",\"description\":\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg\",\"width\":800,\"height\":450},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"description\":\"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"width\":3200,\"height\":3200,\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a921b65429cd0c564af99ecb1864a24e\",\"name\":\"Kongso Sukoco\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/c66b94c577136571af7f93e87b58249e\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/15b114282db55cb754a1008efcf5a1ef6ab538dc2637b2225c1ec1c45c18cc50?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/15b114282db55cb754a1008efcf5a1ef6ab538dc2637b2225c1ec1c45c18cc50?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kongso Sukoco\"},\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/kongso-sukoco\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir - Koalisi Seni","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir - Koalisi Seni","og_description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","og_url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/","og_site_name":"Koalisi Seni","article_published_time":"2017-05-18T11:10:39+00:00","og_image":[{"width":800,"height":450,"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kongso Sukoco","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kongso Sukoco","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/"},"author":{"name":"Kongso Sukoco","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a921b65429cd0c564af99ecb1864a24e"},"headline":"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir","datePublished":"2017-05-18T11:10:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/"},"wordCount":630,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg","articleSection":["Uncategorized @en"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/","name":"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir - Koalisi Seni","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg","datePublished":"2017-05-18T11:10:39+00:00","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#primaryimage","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/rakor-saat-sidang-komisi.jpg","width":800,"height":450},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/membangun-aktivitas-kebudayaan-dari-pinggir-oleh-kongso-sukoco\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membangun Aktivitas Kebudayaan dari Pinggir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","name":"Koalisi Seni","description":"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik","publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization","name":"Koalisi Seni","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","width":3200,"height":3200,"caption":"Koalisi Seni"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/a921b65429cd0c564af99ecb1864a24e","name":"Kongso Sukoco","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/c66b94c577136571af7f93e87b58249e","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/15b114282db55cb754a1008efcf5a1ef6ab538dc2637b2225c1ec1c45c18cc50?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/15b114282db55cb754a1008efcf5a1ef6ab538dc2637b2225c1ec1c45c18cc50?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kongso Sukoco"},"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/kongso-sukoco\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15437"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15437\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15437"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}