{"id":15449,"date":"2016-08-03T21:35:33","date_gmt":"2016-08-03T14:35:33","guid":{"rendered":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/"},"modified":"2016-08-03T21:35:33","modified_gmt":"2016-08-03T14:35:33","slug":"temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/","title":{"rendered":"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element \">\n<div class=\"wpb_wrapper\">\n<p><strong>Temu Seniman Perempuan di Mataram pada Mei 2016 mengungkap beberapa hambatan perempuan dalam berkesenian, berikut dengan pilihan strategi menghadapinya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Mataram menjadi tempat yang dipilih oleh Koalisi Seni Indonesia untuk menyelenggarakan Temu Seniman Perempuan seri pertama. Bekerjasama dengan Komunitas Akar Pohon, Pabrikultur, dan Komunitas Pasir Putih, sebanyak 25 peserta diundang ke forum ini. Mereka adalah para seniman perempuan yang berasal dari tujuh kota di Indonesia, yaitu Palu, Makassar, Kupang, Pekanbaru, Jakarta, Yogyakarta, dan Mataram.<\/p>\n<p>Pada pelaksanaannya, acara ini dibagi dalam dua hari. Hari pertama adalah sesi presentasi dan diskusi dengan tema \u201cPerempuan dan Seni\u201d. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Bank Sampah NTB Mandiri di daerah Ampenan pada hari kedua. Saat sesi presentasi dan diskusi itulah beberapa hambatan perempuan dalam berkesenian terungkap, tentu dengan pilihan strategi menghadapinya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10335\" src=\"http:\/\/koalisiseni.andangkelana.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-2-650x431.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-2-650x431.jpg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-2-768x509.jpg 768w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-2.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<div class=\"mceTemp\"><\/div>\n<p>Salah satunya adalah permasalahan terkait ruang gerak perempuan dalam berkesenian yang seringkali dibatasi oleh stigma masyarakat. \u201cSaya sering disebut pekerja seks komersil oleh masyarakat juga bahkan oleh keluarga sendiri karena sering pulang malam. Padahal, saya pulang malam karena latihan teater,\u201d ujar Linda R. Tagie, dari Komunitas Teater Perempuan Biasa. Kondisi yang hampir sama pun terjadi di Mataram.<\/p>\n<p>\u201cKalau di Mataram, perempuan tidak boleh pulang malam. Bahkan, di beberapa daerah, kalau masyarakat melihat ada perempuan yang sedang bersama laki-laki pada malam hari, mereka akan langsung dinikahkan. Jadinya perempuan sulit berkesenian ataupun menonton pertunjukan seni sampai malam,\u201d kira-kira ujar Etika Lailatul Rahmah, dari Komunitas Pasir Putih.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10336\" src=\"http:\/\/koalisiseni.andangkelana.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-3-650x431.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-3-650x431.jpg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-3-768x509.jpg 768w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-3.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>Kondisi ini membuat perempuan yang bekerja sebagai seniman memiliki beban ganda. Selain memikirkan permasalahan di sektor kesenian, mulai dari akses dana ke pemerintah hingga tata kelola lembaga seni, perempuan pun mesti memikirkan posisinya sebagai perempuan. Beban yang tak dimiliki oleh laki-laki. \u201cKebanyakan perempuan yang sudah menikah tidak melanjutkan berkarya sebagai seniman karena energinya sudah habis melakukan tugas perempuan di keluarga dan masyarakat,\u201d ujar Ismawati dari Komunitas Akarpohon NTB.<\/p>\n<p>Tidak hanya mendiskusikan tentang permasalahan yang dialami, strategi menghadapinya pun dibicarakan. Terkait stigma, Linda memiliki strateginya sendiri. \u201cKalau saya, saya tunjukan hasil saya pulang malam yaitu karya pertunjukan saya. Saya kasih gratis tiket VIP menonton pertunjukan saya untuk mereka yang menganggap saya pekerja seks komersil,\u201d ujarnya. Berbeda lagi dengan Etika.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10337\" src=\"http:\/\/koalisiseni.andangkelana.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-4-650x431.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-4-650x431.jpg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-4-768x509.jpg 768w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-4.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>\u201cBeberapa waktu lalu Komunitas Pasir Putih mengajak serta masyarakat untuk ikut dalam kegiatan seni yang kami bikin. Waktu itu nama acaranya Bangsal Menggawe. Ada sekitar 5000 warga yang berpartisipasi dalam acara itu,\u201d ujarnya. Menurutnya, ini bisa menjadi salah satu cara meminimalisir stigma karena dengan begitu masyarakat tahu proses seniman-seniman perempuan yang terlibat di dalamnya. Ismawati memiliki strategi yang lain. Ia menceritakan pengalamannya menyewa hotel murah agar tidak pulang malam. Ia lebih memilih menginap dan baru pulang keesokan paginya daripada dituduh pekerja seks komersil.<\/p>\n<p>Selain permasalahan itu, dalam forum ini dibicarakan pula permasalahan lain seperti, kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam berorganisasi, ketidakmerataan akses, dan regenerasi seniman perempuan. Terkait yang terakhir, Rahmadyah Tria dari Forum Sudut Pandang Palu menceritakan pengalamannya. \u201cSaya sulit sekali menemukan teman-teman perempuan di Palu yang tertarik pada kesenian. Kebanyakan masih laki-laki. Saya jadi sangat senang sekali kalau bertemu dengan teman perempuan yang punya ketertarikan sama,\u201d ujarnya, seakan menunjukan dampak lain dari sulitnya menjadi seniman perempuan di Indonesia. Meski begitu, motivasi berkarya para seniman perempuan ini akan terus ada.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-10338\" src=\"http:\/\/koalisiseni.andangkelana.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-5-650x431.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"431\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-5-650x431.jpg 650w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-5-768x509.jpg 768w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-5.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>\u201cMemang sulit menjadi seniman perempuan. Namun, jalan seni betapapun penuh semak dan belukarnya, seberapapun tak pastinya, ia akan tetap mengantarkan kita pada suatu tujuan,\u201d ujar Ruth Marini, seniman Teater Satu Lampung yang kini bermukim di Jakarta, dalam presentasinya saat itu.\u00a0[OMG]\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Di akhir masa tugasnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah kompak mengebut pengesahan beragam Rancangan Undang-undang (RUU) bermasalah. Salah satunya adalah RUU Ekonomi Kreatif, yang proses pembahasannya menghabiskan biaya banyak namun relatif tertutup dan hanya menghasilkan aturan tanpa gigi.<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":13351,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[419],"tags":[],"coauthors":[],"class_list":["post-15449","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-en"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka - Koalisi Seni<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka - Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-03T14:35:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"530\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Oming Putri\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Oming Putri\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\"},\"author\":{\"name\":\"Oming Putri\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/f860063cd1dcd0008e243f2f87c4d9e3\"},\"headline\":\"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka\",\"datePublished\":\"2016-08-03T14:35:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\"},\"wordCount\":563,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @en\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\",\"name\":\"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka - Koalisi Seni\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-03T14:35:33+00:00\",\"description\":\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg\",\"width\":800,\"height\":530,\"caption\":\"????????????????????????????????????\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"description\":\"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"width\":3200,\"height\":3200,\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/f860063cd1dcd0008e243f2f87c4d9e3\",\"name\":\"Oming Putri\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ed0d14602397d163b3c36483112a2bc1\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/47bd6220e0afe2a6d056937dbaa82c132444878816513ffc1a4584db6543f398?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/47bd6220e0afe2a6d056937dbaa82c132444878816513ffc1a4584db6543f398?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Oming Putri\"},\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/oming-putri\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka - Koalisi Seni","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka - Koalisi Seni","og_description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","og_url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/","og_site_name":"Koalisi Seni","article_published_time":"2016-08-03T14:35:33+00:00","og_image":[{"width":800,"height":530,"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Oming Putri","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Oming Putri","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/"},"author":{"name":"Oming Putri","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/f860063cd1dcd0008e243f2f87c4d9e3"},"headline":"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka","datePublished":"2016-08-03T14:35:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/"},"wordCount":563,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg","articleSection":["Uncategorized @en"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/","name":"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka - Koalisi Seni","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg","datePublished":"2016-08-03T14:35:33+00:00","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#primaryimage","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka-1.jpg","width":800,"height":530,"caption":"????????????????????????????????????"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/temu-seniman-perempuan-beban-ganda-bukan-duka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Temu Seniman Perempuan: Beban Ganda, Bukan Duka"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","name":"Koalisi Seni","description":"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik","publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization","name":"Koalisi Seni","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","width":3200,"height":3200,"caption":"Koalisi Seni"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/f860063cd1dcd0008e243f2f87c4d9e3","name":"Oming Putri","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ed0d14602397d163b3c36483112a2bc1","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/47bd6220e0afe2a6d056937dbaa82c132444878816513ffc1a4584db6543f398?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/47bd6220e0afe2a6d056937dbaa82c132444878816513ffc1a4584db6543f398?s=96&d=mm&r=g","caption":"Oming Putri"},"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/oming-putri\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15449"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15449\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15449"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}