{"id":17389,"date":"2022-09-14T11:07:15","date_gmt":"2022-09-14T04:07:15","guid":{"rendered":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/?p=17389"},"modified":"2023-10-09T14:07:22","modified_gmt":"2023-10-09T07:07:22","slug":"a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/","title":{"rendered":"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Disusun oleh Divisi Advokasi Koalisi Seni<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam riset Koalisi Seni mengenai situasi kebebasan berkesenian Indonesia 2010-2020, narasi politik identitas yang digaungkan pada tiap pemerintahan sangat berpengaruh terhadap bagaimana pelanggaran dilakukan dan disikapi. Pasca reformasi, organisasi sipil masyarakat berbasis agama memiliki andil besar dalam melakukan pelarangan dan serangan terhadap berbagai acara seni yang dianggap tidak sesuai dengan nilai yang mereka anut. Begitu besarnya kekuatan ormas membuat aparat negara, baik polisi maupun militer, berpihak pada ormas untuk mendukung pelarangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sejak tahun 2019, terjadi pergeseran pasca pemilihan umum presiden. Konservatisme agama diasosiasikan dengan kubu oposisi. Walau akhirnya Jokowi memasukkan kubu oposisi pada posisi strategis di kabinetnya, sikap politik yang muncul adalah sikap yang kontra terhadap konservatisme agama (Islam). Hal ini tercermin salah satunya melalui <\/span><a href=\"https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/indonesia-55481350\"><span style=\"font-weight: 400;\">pelarangan seluruh aktivitas dan atribut FPI pada akhir tahun 2020<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Perubahan sikap pemerintah terhadap ormas berbasis agama ini sejalan dengan perubahan kecenderungan sikap aparat kepolisian pada kasus serangan atas festival jaran kepang di Medan awal tahun 2021. Polisi tidak lagi berpihak pada ormas, melainkan pada korban yang diserang. Kuasa ormas untuk menyerang dan membubarkan acara seni berkurang, tapi nampaknya belum dapat diartikan sebagai salah satu upaya negara menghormati, memenuhi, dan melindungi hak kebebasan berkesenian secara menyeluruh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pandemi COVID-19 memunculkan pola baru pelanggaran kebebasan berkesenian. COVID-19 dijadikan alasan untuk membatalkan atau membubarkan sebagian acara seni yang terjadi selama 2020 hingga 2021. Tidak jarang, pembubaran disertai tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Pandemi tampaknya menjadi alat baru negara yang cepat dan efektif untuk membatasi ekspresi, jalur distribusi, dan kehidupan seni rakyat. Selama pandemi, negara mengambil kuasa langsung atas tubuh warga negara. Warga negara adalah objek keresahan biopolitik yang harus dikendalikan dengan dalih penyelamatan nyawa dari infeksi COVID-19. Pembatasan gerak warga negara memang dibutuhkan sampai titik tertentu, namun aturan yang tidak konsisten dan transparan menunjukkan keberpihakan negara terhadap kehidupan kebudayaan pihak-pihak yang berkuasa saja, bukan masyarakat secara luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembatasan acara seni dilakukan dengan tebang pilih. Acara-acara seni yang melibatkan pejabat pemerintahan dapat tetap terlaksana sementara acara lain tidak diperbolehkan. Hal ini salah satunya terjadi di Kabupaten Kendal, di mana pentas Barongan untuk menyambut pejabat tidak dibubarkan, sementara pentas kuda lumping dibubarkan karena dinilai menimbulkan kerumunan. Selain itu, beberapa acara yang sudah mengantongi izin dari pemda dapat dibatalkan oleh polisi dengan alasan menimbulkan kerumunan. Tindak pembubaran ini juga menunjukkan tidak sinerginya koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian setempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daftar pembatalan acara karena alasan COVID-19 menunjukkan sebagian besar pertunjukan seni yang dilakukan secara luring semasa pandemi adalah seni yang diselenggarakan bersama dengan berbagai tradisi\/ritual kebudayaan, seperti pernikahan, sunatan, dan perayaan hari besar. Di tengah harapan warga kota besar mengenai potensi internet sebagai media alternatif berkesenian semasa pandemi, daftar yang kami kumpulkan membuktikan bahwa internet tidak relevan bagi bentuk-bentuk seni ini. Para pelaku dan penghayat seni yang menjadikan seni mata pencaharian utama serta bagian integral dari hidupnya kerap kali tersingkir dari narasi pemulihan ekonomi pasca pandemi yang bias industri dan bias perkotaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik terhadap presiden menjadi alasan yang paling banyak diberitakan sebagai alasan penghapusan sebuah karya seni dan perburuan seniman. Sejak mencuatnya kasus Mural 404 di berbagai media, kasus-kasus penghapusan mural di tempat lain mendadak dapat banyak perhatian. Terlepas dari kecenderungan pemberitaan, gejala ini penting untuk dilihat sebagai penyempitan ruang sipil, sejalan dengan analisa laporan Komnas HAM beberapa tahun terakhir. Karena walaupun Jokowi mengeluarkan pernyataan agar polisi tidak memburu pembuat mural, teguran resmi tersebut belum disertai jaminan presiden akan keselamatan dan keamanan tiap warga negara, pada khususnya terhadap seniman yang menyampaikan kritik lewat karya. Dari kasus tersebut, tercermin bahwa sikap presiden merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gesture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">politik semata, bukan penghormatan terhadap HAM dan kebebasan berkesenian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan aparat menghapus mural didasarkan pada misinterpretasi dari KUHP mengenai simbol negara. Hal ini menunjukkan, aparat negara sendiri tidak memiliki pemahaman hukum yang benar tentang siapa yang harus dilindungi dan siapa yang harus diadili.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan terhadap seniman karena karyanya bernuansa kritik terhadap pemerintah dapat menciptakan ketakutan yang lebih besar yang bisa berimbas pada swasensor karya, baik yang disebarluaskan di ranah fisik maupun digital. <\/span><a href=\"https:\/\/www.komnasham.go.id\/files\/20211007-laporan-riset-kuantitatif-hak--$Y6QE459JP.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">Survei Komnas HAM<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pada akhir tahun 2021 menyatakan 29 persen dari 1200 responden takut mengkritik pemerintah. Sementara itu, 36,2 persen takut menyampaikan pendapat melalui media sosial atau internet. Iklim ketakutan yang diciptakan negara ini juga tercermin dalam kenaikan angka pemidanaan aparat terhadap warga, sesuai catatan pada <\/span><a href=\"https:\/\/www.komnasham.go.id\/files\/20210830-laporan-tahunan-komnas-ham-ri--$R1X5O.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">laporan Komnas HAM 2020<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"https:\/\/mega.nz\/file\/XllSGZgZ#SzU6BtwVKSkz3ZCYkRcy26oKfDquokLhX0yK882zrcg\"><span style=\"font-weight: 400;\">laporan Situasi Hak-Hak Digital 2021 oleh SAFEnet<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Swasensor merupakan bentuk pembatasan kebebasan berkesenian yang paling sulit dideteksi namun merupakan konsekuensi langsung dari ketakutan yang terinternalisasi terhadap kontrol negara dan elit politik\/ekonomi. Swasensor dapat menimbulkan kurangnya ragam seni yang \u201cberisiko dan berbahaya\u201d dan menyempitnya fungsi seni sebagai hiburan\/pemanis belaka. Padahal, selain sebagai hiburan, seni perlu untuk selalu \u201cberisiko\u201d dengan menginterogasi kuasa, cara hidup, dan pola pikir masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat semakin dipertanyakan dari beberapa kebijakan yang disahkan dan dirancang tahun 2020 dan 2021. Pada tahun 2020, Omnibus Law disahkan di tengah keresahan masyarakat akan pandemi. Peraturan ini mempersempit perlindungan terhadap pekerja seni, di tengah <\/span><a href=\"http:\/\/bit.ly\/risetmerawatseni\"><span style=\"font-weight: 400;\">absennya peraturan yang berpihak pada pekerja seni informal<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> terutama pada aspek jaminan ekonomi dan remunerasi. Sementara itu pada 2021, RUU PKS dimasukkan kembali ke Prolegnas, namun banyak elemen kuncinya hilang. Selain perubahan judul menjadi RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, RUU ini menghilangkan 85 <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210903131110-32-689315\/kompaks-ruu-pks-ganti-nama-jadi-tpks-85-pasal-hilang\"><span style=\"font-weight: 400;\">pasal dan mempersempit ruang lingkup kekerasan seksual dari sembilan menjadi hanya empat kategori<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Maraknya kasus kekerasan berbasis gender di ranah seni yang muncul ke permukaan, terhambatnya proses peradilan pelaku dan pemulihan korban adalah implikasi dari ketiadaan Undang-Undang yang melindungi korban kekerasan.\u00a0 Kedua peraturan ini berpotensi menjadi penghalang kebebasan berkesenian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah situasi pandemi, ancaman terhadap kebebasan berkesenian di ranah digital meningkat. Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/mega.nz\/file\/XllSGZgZ#SzU6BtwVKSkz3ZCYkRcy26oKfDquokLhX0yK882zrcg\"><span style=\"font-weight: 400;\">laporan Situasi Hak-hak Digital Indonesia 2021 oleh SAFEnet<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2021 menjadikan Indonesia salah satu pemerintahan yang dapat memaksa platform media sosial, aplikasi, dan penyedia layanan daring lain untuk menerima yurisdiksi lokal atas konten dan kebijakan serta praktik data pengguna mereka. Kemenkominfo mendapat kewenangan lebih untuk memblokir konten dan membungkam kelompok kritis. Kebijakan ini otomatis berpotensi membatasi berbagai bentuk seni yang ditampilkan di ranah daring.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan terakhir dalam industri musik menjadi salah satu bukti utama keberpihakan pemerintah terhadap pemilik modal, alih-alih kesejahteraan seniman. Peraturan turunan dari Undang-Undang Hak Cipta memberi celah yang besar pada praktik korupsi dan nepotisme terutama pada pasal penunjukan pihak ketiga untuk pengelolaan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, isu komunisme dan LGBTIQ masih menjadi isu yang sensitif dan tabu, sehingga para pelaku seni yang mengangkat kedua isu tersebut memiliki akses yang sangat terbatas pada ruang tampil dan kanal distribusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketimpangan gender adalah masalah struktural yang mengakar di seni dan perlu mendapat perhatian khusus. Ketimpangan ini tidak hanya terwujud melalui kelangkaan ruang aman bagi seniman LGBTIQ, melainkan juga sempitnya ruang aman untuk perempuan. Salah satu kasus yang kami temukan adalah penghakiman atas tubuh perupa perempuan oleh seorang kurator senior lewat pesan pribadi. Kasus lainnya adalah plagiarisme cerita pendek yang dilakukan penulis senior (laki-laki) terhadap anak didiknya (perempuan). Dalam kedua peristiwa ini, kedua pelaku mendapat sanksi sosial oleh warganet karena kasusnya diviralkan di media sosial. Di kasus plagiarisme, Jawa Pos sebagai pihak yang memuat cerita pendek menurunkan cerita dan membuat permintaan maaf publik. Namun dari penelusuran kami, ditemukan juga pernyataan penulis asli cerita yang justru berterima kasih karyanya diangkat ke surat kabar, walaupun tidak atas namanya. Kedua kasus ini menunjukkan bagaimana para pelaku seni lebih mengutamakan penyelesaian masalah melalui jalur viral media sosial sebagai jalan pintas yang efektif ketimbang jalur hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus-kasus yang ditemukan merupakan sebagian kecil dari gejala yang lebih besar: pelanggengan sistematik terhadap misogini, seksisme, transfobia melalui absennya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan gender minoritas lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah berbagai kondisi ini, seni masih menjadi prioritas terakhir pemerintah apalagi ketika seni tidak masuk dalam logika industri (menghasilkan keuntungan ekonomi yang masif) atau tidak dianggap sejalan dengan narasi pembangunan negara. Oleh karena itu, pemantauan yang menyeluruh dan berkala terhadap kebebasan berkesenian, termasuk mekanisme pelaporan dan aduan, dokumentasi, dan advokasi, menjadi satu-satunya cara bagi masyarakat sipil untuk mendesak negara membuat perbaikan struktural.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Metode Pengumpulan Data<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang disajikan dalam laporan ini dikumpulkan dari pemberitaan daring di berbagai media dengan kata kunci \u201cpembubaran acara seni\u201d sehingga hanya mewakili segelintir fenomena yang diangkat ke permukaan, dan bukan keseluruhan kondisi kebebasan berkesenian di tahun 2020 dan 2021. Meskipun demikian, segelintir data ini menunjukkan beberapa kecenderungan yang terjadi di ranah seni sebagai implikasi dari perubahan besar situasi politik, sosial, dan ekonomi di tengah COVID-19.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kasus yang kami temukan lewat media sosial (termasuk kasus plagiarisme dan penghakiman atas tubuh seniman perempuan) tidak kami masukkan ke dalam tabel agar konsisten dengan metodologi pengumpulan data. Kasus yang kami temukan melalui media sosial butuh proses verifikasi lanjutan yang akan lebih dimungkinkan jika mekanisme pelaporan dan aduan sudah terbentuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kasus-kasus yang disebarluaskan melalui linimasa media sosial pribadi, bersama dengan cerita-cerita yang muncul melalui obrolan informal dengan para pegiat seni, butuh perhatian sama besarnya dan kemungkinan bisa lebih merepresentasikan kondisi yang terjadi di lapangan dibanding kasus yang muncul di media massa. Oleh karena itu, kebutuhan untuk memiliki mekanisme pemantauan yang menyeluruh dengan posko aduan yang dapat diakses secara mudah menjadi sangat mendesak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan ini memunculkan konteks COVID-19 sebagai alasan pelarangan acara seni di tahun 2020 dan 2021. Laporan Kebebasan Berkesenian 2010-2020 yang diterbitkan Koalisi Seni belum menemukan kasus pelanggaran di tahun 2020 karena pada awal mula kebijakan penanggulangan COVID-19, hampir seluruh acara seni berhenti total. Dalam laporan ini, kami menambahkan kasus pembubaran acara pada tahun 2020 atas alasan pandemi untuk mengilustrasikan potensi pelanggaran kebebasan berkesenian dengan justifikasi kesehatan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><b>TABEL PELANGGARAN KEBEBASAN BERKESENIAN 2021<\/b><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>No.<\/b><\/td>\n<td><b>Peristiwa<\/b><\/td>\n<td><b>Lokasi<\/b><\/td>\n<td><b>Tahun<\/b><\/td>\n<td><b>Disiplin Seni<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210408132953-20-627467\/kronologi-anggota-ormas-bubarkan-jaran-kepang-ludahi-warga\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyerangan dan pembatalan festival Jaran Kepang di Medan Sunggal oleh anggota Forum Umat Islam karena dinilai melanggar ajaran Islam<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Medan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2021\/08\/18\/14102211\/pembuat-mural-404-not-found-diburu-polisi-dipertanyakan-karena-obyek-tidak?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelukis mural \u2018Jokowi 404: Not Found\u2019 di Batu Ceper diburu polisi atas tuduhan pencemaran nama presiden<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Tangerang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2021\/08\/13\/165346378\/mural-dipaksa-sehat-di-negara-yang-sakit-dihapus-ini-penjelasan-satpol-pp?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mural &#8220;Dipaksa sehat di negara yang sakit&#8221; di Bangil dihapus oleh Satpol PP<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pasuruan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210820101755-20-682844\/mural-wabah-sesungguhnya-adalah-kelaparan-dihapus-di-kalsel\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mural &#8220;Wabah sesungguhnya adalah kelaparan&#8221; di Banjarmasin dihapus oleh Satpol PP<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Banjarmasin<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">5<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20210818203509-20-682135\/mural-wabah-sesungguhnya-adalah-kelaparan-ciledug-dihapus\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mural &#8220;Wabah sesungguhnya adalah kelaparan&#8221; di Ciledug dihapus oleh Satpol PP<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Tangerang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">6<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/metro.tempo.co\/read\/1495019\/cerita-di-balik-mural-tuhan-aku-lapar\/full&amp;view=ok\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mural &#8220;Tuhan aku lapar&#8221; di Tigakarsa dihapus oleh Polisi<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Tangerang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">7<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/malang.suara.com\/read\/2021\/08\/18\/122345\/mural-merdeka-atau-mati-bergambar-mirip-jokowi-di-malang-dihapus?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mural &#8220;Merdeka ataoe mati&#8221; bergambar mirip Jokowi di Malang dihapus<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Malang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">8<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/kabarpriangan.pikiran-rakyat.com\/kabar-priangan\/pr-1483172161\/lukisan-mural-dicat-pihak-kampus-mahasiswa-sendratasik-fkip-umtas-protes-ini-jawaban-rektor\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mural mahasiswa Fakultas Sendratasik Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dihapus oleh Rektorat<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Tasikmalaya<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Seni Rupa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">9<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-5850449\/lombok-masih-berduka-karena-banjir-konser-pamungkas-di-senggigi-dibubarkan\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konser musisi Pamungkas di Senggigi dibubarkan Polisi<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Lombok Barat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><b>JUMLAH PELANGGARAN 2021 BERDASARKAN MATRA SENI<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-16927\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-1.jpg\" alt=\"\" width=\"376\" height=\"223\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-1.jpg 376w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-1-300x178.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 376px) 100vw, 376px\" \/><\/p>\n<p><b>JUMLAH PELANGGARAN 2021 BERDASARKAN AKTOR PELANGGAR<\/b><\/p>\n<p><b><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-16931\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-2.jpg\" alt=\"\" width=\"357\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-2.jpg 357w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-2-300x202.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 357px) 100vw, 357px\" \/><\/b><\/p>\n<p><b>TABEL PEMBUBARAN KEGIATAN SENI TERKAIT COVID-19 TAHUN 2020-2021<\/b><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>No.<\/b><\/td>\n<td><b>Peristiwa<\/b><\/td>\n<td><b>Lokasi<\/b><\/td>\n<td><b>Tahun<\/b><\/td>\n<td><b>Disiplin Seni<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/jateng.tribunnews.com\/2020\/11\/23\/polisi-bubarkan-pentas-seni-kuda-lumping-banyumas-pakai-pengeras-suara\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Kuda Lumping di Kemranjen dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banyumas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2020\/03\/25\/20071021\/cegah-corona-polisi-bubarkan-pagelaran-seni-jaranan-hingga-pesta-pernikahan?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Jaranan di Tempurejo dibubarkan Polisi karena dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Jember<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/jatimtimes.com\/baca\/232266\/20201229\/162300\/pertunjukan-jaranan-di-jombang-dibubarkan-paksa-polisi\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Jaranan di Jombang dibubarkan Polisi karena tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Jombang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.kompas.tv\/article\/118009\/2-pentas-wayang-kulit-dibubarkan-karena-tidak-laksanakan-prorokol-kesehatan-covid-19\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pentas Wayang di Buayan dibubarkan ketua paguyuban perangkat desa karena dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Kebumen<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">5<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-barat\/d-4952781\/polisi-bubarkan-resepsi-pernikahan-di-pangandaran-gegara-corona\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan ronggeng di Kalipucang dibubarkan polisi karena tidak menaati protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pangandaran<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">6<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-timur\/d-4960286\/urungkan-tayub-pria-ini-malah-gelar-reog-di-tengah-wabah-corona\/1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Reog di Sumber dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Probolinggo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">7<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/bantenhits.com\/2020\/12\/29\/nekat-gelar-jaipong-dan-organ-tunggal-pesta-nikah-di-carenang-dibubarkan-polisi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Jaipong dan organ tunggal di Binuang dibubarkan Polisi karena dinilai tidak menaati protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Serang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari, Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">8<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/bantenhits.com\/2020\/12\/28\/polisi-bubarkan-organ-tunggal-dalam-pesta-pernikahan-di-carenang-serang\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran organ tunggal di Carenang dibubarkan Polisi karena dinilai tidak menaati protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Serang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">9<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/joglosemarnews.com\/2020\/10\/lagi-hajatan-campursari-di-gesi-sragen-dibubarkan-paksa-tim-gugus-covid-19-pas-gayeng-gayengnya-ratusan-tamu-dan-pengunjung-langsung-buyar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan campursari di Gesi dibubarkan Satgas COVID karena tidak menaati protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Sragen<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">10<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/tabloidsuksesinasional.com\/para-pelaku-seni-berharap-ada-kebijakan-dari-pemkab-sumenep\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Sinden di Ambunten dibubarkan Polisi karena dinilai akan menimbulkan kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Sumenep<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">11<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.madiunpos.com\/sebabkan-kerumunan-kesenian-jaranan-di-surabaya-dibubarkan-1055145\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Jaranan di Kenjeran dibubarkan polisi karena melanggar protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Surabaya<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">12<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1869028\/satgas-covid-19-bubarkan-pemutaran-film-indienesia\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemutaran film Indienesia di Taman Film Benteng Oranje dibubarkan Satgas Covid karena dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Ternate<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2020<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Film<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">13<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/jabar.tribunnews.com\/2021\/07\/04\/jaipongan-dan-singa-depok-di-acara-pernikahan-dibubarkan-satpol-pp-kbb-langgar-aturan-ppkm-darurat\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Tari Jaipong dan Singa Depok di Cisarua dibubarkan Satpol PP karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Bandung Barat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">14<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/jateng.tribunnews.com\/2021\/06\/14\/reaksi-keras-bupati-banjarnegara-saat-pentas-kuda-lumping-dibubarkan-polisi\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Kuda Lumping di Madukara dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banjarnegara<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">15<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/radarbanyuwangi.jawapos.com\/read\/2021\/05\/25\/263483\/pentas-jaranan-dibubarkan-petugas\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Jaranan di Purwoharjo dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banyuwangi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">16<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.kabarbanyuwangi.co.id\/tak-kantongi-izin-pertunjukan-seni-jaranan-buto-di-gambiran-dibubarkan\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Jaranan Buto di Gambiran dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banyuwangi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">17<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-timur\/d-5341157\/satgas-covid-19-banyuwangi-bubarkan-pertunjukan-janger\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Tari Janger di Songgon dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banyuwangi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">18<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/beritalima.com\/langgar-prokes-satgas-covid-19-di-banyuwangi-bubarkan-aksi-seni-jaranan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Jaranan di Cluring dibubarkan Satgas Covid karena tidak ada surat pemberitahuan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banyuwangi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">19<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/jatim.suara.com\/read\/2021\/05\/24\/162410\/pagelaran-orkes-dangdut-hajatan-warga-banyuwangi-dibubarkan-paksa\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Orkes Dangdut di Blimbingsari dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Banyuwangi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">20<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/radarsemarang.jawapos.com\/berita\/jateng\/batang\/2021\/05\/20\/pentas-barongan-di-acara-pernikahan-dibubarkan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Barong di Gringsing dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Batang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">21<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.klikwarta.com\/khawatir-terjadi-kerumanan-seni-karawitan-dibubarkan-polisi\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Karawitan di Gedungtuban dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Blora<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">22<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.suaramerdeka.com\/nasional\/pr-04169355\/pementasan-seni-barong-di-blora-dibubarkan-polisi?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Barong di Todanan dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Blora<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">23<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/daerah.sindonews.com\/read\/472100\/704\/nekat-gelar-kesenian-tayub-hajatan-warga-ini-dibubarkan-tim-gugus-tugas-covid-19-1625188052\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Tayub di Gayam dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Bojonegoro<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">24<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/cegah-kerumunan-polisi-bubarkan-pertunjukan-kuda-kepang-di-deli-serdang.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Kuda Kepang di Tanjung Morawa dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Deli Serdang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">25<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2021\/06\/06\/134026478\/gelar-pertunjukan-wayang-kulit-khitanan-putra-kades-di-sidoarjo-dibubarkan?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Wayang Kulit di Playen dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Gunungkidul<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">26<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.republika.co.id\/berita\/qtd2c1384\/langgar-prokes-panggung-hiburan-dibubarkan-petugas\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran sandiwara di Jatibarang dan Tukdana dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Indramayu<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">27<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.radarcirebon.com\/2021\/06\/28\/arak-arakan-singa-depok-dibubarkan-petugas-gabungan-indramayu\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Singa Depok di Patrol dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Indramayu<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">28<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/kabarjombang.com\/peristiwa\/timbulkan-kerumunan-pertunjukan-kesenian-jaran-kepang-di-jombang-dibubarkan-polisi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Jaranan di Mojowarno dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Jombang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">29<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparannews\/viral-kades-di-kendal-marah-marah-tak-terima-pentas-seni-dibubarkan-polisi-1wMW6TEanNI\/full\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pentas seni HUT RI di Ngampel dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Kendal<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">30<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.ayosemarang.com\/semarang-raya\/pr-771619763\/tak-berizin-dan-langgar-prokes-polisi-bubarkan-pentas-seni-kuda-lumping-di-kendal\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Kuda Lumping di Patean dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Kendal<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">31<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2021\/09\/13\/141622578\/dihadiri-5-biduan-acara-live-music-hajatan-sunatan-dibubarkan-polisi?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran musik di Pujut di Polisi karena dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Lombok Tengah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">32<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/langgar-prokes-acara-kebudayaan-reog-dan-kuda-kencak-lumajang-dibubarkan-polisi.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Kuda Kencak dan Reog di Rowokangkung dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Lumajang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">33<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/magelangekspres.com\/belum-kantongi-izin-pertunjukan-tari-soreng-di-grabag-terpaksa-dibubarkan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Tari Soreng di Grabag dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Magelang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">34<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/faktualnews.co\/2021\/05\/25\/dangdutan-di-ultah-warga-mojokerto-dibubarkan-polisi\/263725\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Orkes Dangdut di Sooko dibubarkan Polisi karena karena dinilai memancing kerumunan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Mojokerto<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">35<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/beritajatim.com\/peristiwa\/seni-tradisional-ujung-di-hajatan-warga-mojokerto-dibubarkan-polisi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Seni Ujung di Pungging dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Mojokerto<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">36<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.koransinarpagijuara.com\/2021\/07\/01\/cegah-kerumunan-pertunjukan-seni-kuda-kedang-dibubarkan-petugas\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Kuda Kedang di Cimerak dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pangandaran<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">37<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/jatimnow.com\/baca-37002-orkes-dangdut-malam-agustusan-di-pasuruan-dibubarkan-polisi\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Orkes Dangdut di Prigen dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pasuruan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">38<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/humas.polri.go.id\/2021\/11\/10\/gelar-hiburan-tanpa-izin-orgen-tunggal-di-cluwak-pati-dibubarkan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Organ Tunggal di Cluwak dibubarkan Polisi karena tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pati<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">39<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/rri.co.id\/semarang\/polhukam\/hukum\/1205180\/langgar-ppkm-level-ii-pentas-orgen-tunggal-dibubarkan?utm_source=terbaru_widget&amp;utm_medium=internal_link&amp;utm_campaign=General%20Campaign\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Organ Tunggal di Gembong dibubarkan Polisi karena tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pati<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">40<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-timur\/d-5755102\/latihan-reog-di-ponorogo-dibubarkan-polisi-karena-timbulkan-kerumunan\"><span style=\"font-weight: 400;\">Latihan Reog di Balong dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Ponorogo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">41<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/ponorogo.terkini.id\/2021\/09\/17\/cegah-kerumunan-acara-musik-campursari-dibubarkan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Campursari di Ngrayun dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Ponorogo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">42<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2021\/06\/06\/134026478\/gelar-pertunjukan-wayang-kulit-khitanan-putra-kades-di-sidoarjo-dibubarkan?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Wayang Kulit di Buduran dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Sidoarjo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">43<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/radarbanyuwangi.jawapos.com\/berita-daerah\/situbondo\/29\/11\/2021\/suguhkan-seni-ludruk-resepsi-pernikahan-tak-berizin-dibubarkan\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Ludruk di Besuki dibubarkan Polisi karena tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Situbondo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">44<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.solopos.com\/pertunjukan-campursari-di-jenar-sragen-dibubarkan-kades-samto-klaim-sudah-ingatkan-warganya-1142281\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Campursari di Jenar dibubarkan Polisi karena dinilai memancing kerumunan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Sragen<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">45<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1673886\/pentas-musik-di-wapitt-dibubarkan-langgar-protokol-kesehatan\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran musik di Ngadirejo dibubarkan Polisi karena dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan dan tidak berizin<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Temanggung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">46<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/surabaya.liputan6.com\/read\/4638238\/melanggar-ppkm-wayangan-anggota-dewan-tulungagung-dibubarkan-satgas-covid-19\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagelaran Wayang Kulit di Gondang dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Tulungagung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">47<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-timur\/d-5871139\/satgas-covid-19-tulungagung-bubarkan-pentas-dagelan-cak-percil\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Dagelan dan Campursari di Ngunut dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Tulungagung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Teater; Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">48<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/suarabaru.id\/2021\/11\/14\/tim-gabungan-satgas-covid-wonogiri-bubarkan-hajatan-pakai-campursari\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukan Campursari di Jatipurno dibubarkan Satgas Covid karena dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Wonogiri<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Musik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">49<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/magelangekspres.com\/pentas-lengger-orgen-tunggal-di-wonosobo-dibubarkan-satgas-covid-19\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Tari Lengger di Watumalang dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Wonosobo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">50<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/wonosobo.sorot.co\/berita-4614-tak-berizin-pentas-tari-lengger-di-kertek-dibubarkan-petugas.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Tari Lengger di Kertek dibubarkan Satgas Covid karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Wonosobo<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">51<\/span><\/td>\n<td><a href=\"https:\/\/kliksajakaltim.co\/satpol-pp-kota-samarinda-bubarkan-pentas-seni-kuda-lumping-di-kelurahan-jawa-samarinda-ulu\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pementasan Kuda Lumping di Samarinda Ulu dibubarkan Satpol PP karena dinilai memancing kerumunan<\/span><\/a><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Samarinda<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2021<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><b>JUMLAH PELANGGARAN TERKAIT COVID 2020-2021 BERDASARKAN MATRA SENI<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-16933\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-3.jpg\" alt=\"\" width=\"426\" height=\"278\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-3.jpg 426w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-3-300x196.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 426px) 100vw, 426px\" \/><\/p>\n<p><b>JUMLAH PELANGGARAN TERKAIT COVID 2020-2021 BERDASARKAN AKTOR PELANGGAR<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-16935\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-4.jpg\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"271\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-4.jpg 433w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-4-300x188.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 433px) 100vw, 433px\" \/><\/p>\n<p><b>JUMLAH PELANGGARAN TERKAIT COVID 2020-2021<\/b><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-16937\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-5.jpg\" alt=\"\" width=\"463\" height=\"283\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-5.jpg 463w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-5-300x183.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 463px) 100vw, 463px\" \/><\/p>\n<p><b>REKAPITULASI JUMLAH PELANGGARAN DARI TAHUN 2010-2021<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-16939\" src=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-6.jpg\" alt=\"\" width=\"538\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-6.jpg 538w, https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/capture-6-300x189.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 538px) 100vw, 538px\" \/><\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan: Data yang dihitung memasukkan pelanggaran yang terkait pembatasan sosial semasa COVID.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disusun oleh Divisi Advokasi Koalisi Seni Dalam riset Koalisi Seni mengenai situasi kebebasan berkesenian Indonesia 2010-2020, narasi politik identitas yang digaungkan pada tiap pemerintahan sangat berpengaruh terhadap bagaimana pelanggaran dilakukan dan disikapi. Pasca reformasi, organisasi sipil masyarakat berbasis agama memiliki andil besar dalam melakukan pelarangan dan serangan terhadap berbagai acara seni yang dianggap tidak sesuai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[439,549,448,453],"tags":[],"coauthors":[251],"class_list":["post-17389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artistic-freedom","category-kabar-seni-en","category-publication","category-research"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021 - Koalisi Seni<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021 - Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Koalisi Seni\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-14T04:07:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-09T07:07:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2521\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Koalisi Seni Indonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Koalisi Seni Indonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\"},\"author\":{\"name\":\"Koalisi Seni Indonesia\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04\"},\"headline\":\"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021\",\"datePublished\":\"2022-09-14T04:07:15+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-09T07:07:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\"},\"wordCount\":2519,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png\",\"articleSection\":[\"Artistic Freedom\",\"Kabar Seni\",\"Publication\",\"Research\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\",\"name\":\"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021 - Koalisi Seni\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png\",\"datePublished\":\"2022-09-14T04:07:15+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-09T07:07:22+00:00\",\"description\":\"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png\",\"width\":2521,\"height\":1576},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"description\":\"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization\",\"name\":\"Koalisi Seni\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png\",\"width\":3200,\"height\":3200,\"caption\":\"Koalisi Seni\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04\",\"name\":\"Koalisi Seni Indonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ff9277301922930e30f04bdcf15f4fe7\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Koalisi Seni Indonesia\"},\"url\":\"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/koalisiseniindonesia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021 - Koalisi Seni","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021 - Koalisi Seni","og_description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","og_url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/","og_site_name":"Koalisi Seni","article_published_time":"2022-09-14T04:07:15+00:00","article_modified_time":"2023-10-09T07:07:22+00:00","og_image":[{"width":2521,"height":1576,"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png","type":"image\/png"}],"author":"Koalisi Seni Indonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Koalisi Seni Indonesia","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/"},"author":{"name":"Koalisi Seni Indonesia","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04"},"headline":"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021","datePublished":"2022-09-14T04:07:15+00:00","dateModified":"2023-10-09T07:07:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/"},"wordCount":2519,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png","articleSection":["Artistic Freedom","Kabar Seni","Publication","Research"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/","name":"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021 - Koalisi Seni","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png","datePublished":"2022-09-14T04:07:15+00:00","dateModified":"2023-10-09T07:07:22+00:00","description":"Mari berkoalisi untuk ekosistem seni lebih baik, yang membuat orang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Jadilah bagian perubahan penting ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#primaryimage","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/untitled-1-01.png","width":2521,"height":1576},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/a-new-pretext-for-oppression-a-portrait-of-artistic-freedom-2021\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"A New Pretext for Oppression: A Portrait of Artistic Freedom 2021"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#website","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","name":"Koalisi Seni","description":"Untuk kebijakan ekosistem seni lebih baik","publisher":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#organization","name":"Koalisi Seni","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","contentUrl":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/logo-koalisi-seni-kotak.png","width":3200,"height":3200,"caption":"Koalisi Seni"},"image":{"@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/1169383ccc6b34cf2590eb14d5535e04","name":"Koalisi Seni Indonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/#\/schema\/person\/image\/ff9277301922930e30f04bdcf15f4fe7","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/28dff173e8e7a3d5d9a84556c0418905bec470171c1230efce01fe9b775cdf00?s=96&d=mm&r=g","caption":"Koalisi Seni Indonesia"},"url":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/author\/koalisiseniindonesia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17389"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17389\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17389"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/koalisiseni.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=17389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}