/   
  1. Penelitian “Keberlangsungan Lembaga Seni di 8 Kota di Indonesia” pada 2015.
  2. Terlibat aktif dalam gerakan Seni Lawan Korupsi pada 2015.
  3. Berpartisipasi dalam Kongres Kesenian Indonesia III di Bandung pada 2015.
  4. Program Cultural Hotspots di 4 wilayah Indonesia Timur dari 2015 hingga 2017.
  5. Lokakarya Melek Anggaran Seni di Palu dan Makassar bekerja sama dengan jaringan FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) pada 2016.
  6. Advokasi RUU Kebudayaan menjadi UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk mengawal perancangan peraturan turunannya.
  7. Enam seri diskusi tentang seni dan aktivisme di Indonesia, dengan Asep Topan sebagai kurator diskusi, sepanjang 2017.
  8. Bekerja sama dengan Filantropi Indonesia menerbitkan buku “Filantropi di Indonesia: Mengapa Tidak untuk Kesenian?” pada 2017.
  9. Pada 2017, bersama Deputi Akses Permodalan Bekraf, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, dan FIlantropi Indonesia berkomitmen saling mendukung dan bekerja sama mendorong filantropi untuk seni dan kebudayaan Indonesia lewat Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia.
  10. Sosialisasi UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Makassar, Bali, Surabaya, Jakarta, dan Ambon sepanjang 2018.
  11. Berpartisipasi dalam Indonesia Development Forum (IDF) 2018 untuk mendorong pentingnya memperhatikan perspektif seni dan kebudayaan dalam perencanaan pembangunan oleh pihak-pihak strategis, seperti Bappenas dan Kementerian/Lembaga terkait.
  12. Terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan Bincang Musik di Konferensi Musik Indonesia 2018 di Ambon, yang kemudian menghasilkan 12 rencana aksi, serta Konferensi Musik Indonesia 2019 di Bandung.
  13. Berpartisipasi aktif dalam penyusunan Strategi Kebudayaan Indonesia lewat rangkaian forum Pra-Kongres Kebudayaan.
  14. Menerbitkan buku Dampak Seni di Masyarakat pada 2019 untuk meningkatkan dukungan publik pada seni dan kebudayaan.
  15. Menggolkan konsep dana perwalian kebudayaan sehingga pemerintah pada 2021 berkomitmen mengalokasikan Rp2 triliun per tahun.
  16. Menerbitkan buku Menjaga Nyala: Model Pendanaan bagi Suar Kehidupan Kesenian pada 2020 untuk terus mendorong terwujudnya Dana Abadi Kesenian.
  17. Menerbitkan buku Seni Memberi untuk Seni pada 2020 sebagai panduan bagi filantrop seni.
  18. Mempublikasikan kajian Studi Pustaka Kebebasan Berkesenian di Indonesia 2010-2020 pada November 2020.
  19. Menggulirkan wacana advokasi seni melalui rangkaian bincang-bincang “Ruang Usik-Usik” di podcast, webinar, dan Instagram live.
  20. Terus mendorong terwujudnya Dana Abadi Kesenian.
Tulisan Terbaru
Ayo Percepat Perubahan

Bayangkan Indonesia jadi tempat semua orang bisa mendapat manfaat maksimal dari seni — kita jadi bangsa yang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Seni jadi bagian terpadu dalam pendidikan dan segala kegiatan bermanfaat. Anda bisa membantu Koalisi Seni mendorong perubahan itu agar lebih cepat terjadi. Klik tautan ini untuk tahu caranya:

Silakan ketik dan tekan enter untuk mencari

X