Harits Rasyid ParamasatyaPeneliti Kebijakan Seni

Setelah menyelesaikan kontrak mengajarnya di ITB, Harits Rasyid Paramasatya — akrab dipanggil Ais — melanjutkan pendidikan di jurusan Museum and Heritage Studies University of Sydney. Ia langsung bergabung dengan Koalisi Seni sebagai peneliti kebijakan begitu kembali ke tanah air pada Agustus 2020. Selain mengajar, Ais juga pernah bekerja sebagai peneliti untuk Museum Gedung Sate dan Addi Road Community Centre. Karena ingin mencatat sejarah yang belum tercatat, Ais mendirikan Queer Indonesia Archive (QIA) dengan rekannya.

Ayo Percepat Perubahan

Bayangkan Indonesia jadi tempat semua orang bisa mendapat manfaat maksimal dari seni — kita jadi bangsa yang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Seni jadi bagian terpadu dalam pendidikan dan segala kegiatan bermanfaat. Anda bisa membantu Koalisi Seni mendorong perubahan itu agar lebih cepat terjadi. Klik tautan ini untuk tahu caranya:

Silakan ketik dan tekan enter untuk mencari

X