/   
Teater Kita Makassar
Makassar, Sulawesi Selatan

Makassar, Sulawesi Selatan

Email Address: teaterkita@hotmail.com

Teater Kita Makassar (TKM) dibentuk tahun 1993 oleh Asia Ramli Prapanca bersama beberapa seniman Sulawesi Selatan dari berbagai disiplin seni, antara lain: Is Hakim, Daeng Basri, Goenawan Monoharto, Hamrin Samad, Faisal Yunus, Rahman Labaranjang, Agus Riyadi, Ridwan Aco, Sayidiman, Idris Edo, Andi Tenri Awaru, Sudirman Leo, Satriani. TKM mengemban misi merevitalisasi akar budaya lokal melalui karya seni teater yang bertolak dari jiwa, semangat, dan elemen seni tradisional. Selain itu, juga merefleksikan dan mendialogkan secara persaudaraan problematika lingkungan alam dan sosial dalam konteks “kekerasan” modernitas dan keniscayaan globalisasi melalui bahasa artistik seni pertunjukan dan pemilihan tema yang relevan. Secara khusus kehadiran TKM, ialah ingin selalu membuka pintu dalam hal peletakan dasar kerjasama berkelanjutan dan pembentukan jaringan untuk melahirkan kekuatan bersama dalam menggeluti karya-karya inovatif secara artistik maupun strategi dan relevan dari sisi tematik.

Sejak tahun 1993, TKM telah mementaskan 30-an reportoar di berbagai festival, antara lain: Festival Seni Surabaya 1996 dan 1999, Festival Cak Durasim 2001, Global Fund for Women 2001, Festival Teater Rakyat Soerabaya Joeang 2009, Hari Lingkungan Hidup se-Dunia1997, Tolak Bala Ruwatan Bumi 1998 di Pulau Samalona, Pembukaan Pameran Besar Seni Rupa dan Instalasi Proyek Hati Nurani X – 1999, Temu Teater Eksperimen 1999, Temu Sastra Kepulauan 1999,  Three days Experimen Theater 2000, Toraja And Ritual Art Festival 2000, Palu Performen Arts Festival 2000, Indonesia Dance Forum 2001, Journal of Moment Arts 2000, 2001, 2002, 2003, 2010, Dialog Budaya & Gelar Seni Multikultural 2011, Festival Monolog Asean 2015 di Kualumpur.

TKM pernah berkolaborasi dengan peserta Temu Seni Mahasiswa se-Nusantara 2001, dengan Afrizal Malna pada Silaturahaim Teater Indonesia 2003 di Jakarta, dengan Julie Janson dan Sally Sussman dari Australian Performance Exchange pada Festival OzAsia di Adelaide dan di Studio Opera House Sydney 2007, dengan Arie Van Duijn dan Ellin Krinsly dari “Between“.

 

Individu/Organisasi Terkait:

Asia Ramli 

Sebagai aktor, Asia Ramli telah banyak berperan dalam berbagai pementasan yang antara lain disutradarai oleh Aspar Paturusi, Rahman Arge, A.M. Mochtar, Udhin Palisuri, Yoedhistira Sukatanya, Yacob Marala dan Fahmi Syarif. Ia juga pernah melakukan eksplorasi dan pentas bersama sutradara dan aktor Perancis Roland Ganamet, eksplorasi bersama Hailintar Lathief dan Is Hakim di Balai Pendidikan Pusat Kesenian Somba Opu (Badikpusaka). Sedangkan sebagai sutradara, ia berhasil mementaskan beberapa reportoar-reportoar yang ditulis oleh Rahman Arge, A.M. Mochtar, Fahmi Syarif, Rendra, Arifin C. Noer, Putu Wijaya dan N. Riantiarno dalam produksi bersama Teater Kampus UNM dan Studio Teater SMKI Negeri Somba Opu.

Dalam setiap pertunjukannya, Asia Ramli Prapanca kerap menggunakan idiom-idiom tradisi. Berkat pengalaman dan pengetahuannya tentang dunia teater yang telah lama ia geluti, mantan anggota Komite Teater Dewan Kesenian Makassar dan Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Makassar ini akhirnya membentuk sebuah kelompok teater dengan berbasis pada bentuk kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu secara keseluruhan yang diberi nama Teater Kita Makassar pada 1 Oktober 1993.

 

asiaramliprapanca@gmail.com

New Post

Imagination and critical thinking are the keys to change. Therefore, art is a fundamental prerequisite for the realization of democracy. Support us in establishing policies that fully advocate for artists.