/   
Teater Satu
Lampung

Jl. Bukit Kemiling Raya,
Gang Waluh 7 No. 45,
Kec. Kemiling, Bandar Lampung

Email Address: teater_satu@yahoo.com

Teater Satu adalah kelompok teater independen yang didirikan di Lampung, 18 Oktober 1996 oleh Iswadi Pratama dan Imas Sobariah. Fokus utama Teater Satu adalah bidang pengkajian, penelitian, dan penciptaan sastradan seni pertunjukan yang menjalankan visi misi sebagai lembaga profesional untuk memberikan apresiasi seni teater kepada masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

 

Sepanjang 25 tahun berkiprah, Teater Satu telah mementasakan puluhan karya di berbagai ajang kesenian di antaranya, Art Summit2011, Ubud Writer and Reader Fest, 2012, Malaysian Performing Art Village, Asian Young Director Festival, Japan, Festival Wahyu Sihombing Jakarta, 2018, dan Silek Art Festival, 2019. Pada awal 2017, Teater Satu berkesempatan untuk berkolaborasi dengan seniman Australia dalam lakon The Age of Bones yang dipentaskan di Canberra, Melbourne, Sydney, Bandung, dan Tasikmalaya. 

 

Tak hanya berfokus pada sudut pandang teaterawan sebagai kreator karya, Teater Satu pun intens memikirkan sudut pandang penonton, meneliti dan mengukur reaksi penonton untuk mencari kemungkinan agar pertunjukan dapat dinikmati. Seperti Warahan Aruk Gugat, 1996, sebuah repertoar yang berangkat dari penelitian sastra tutur atau dongeng masyarakat setempat, melebur batas teater tradisi dan modern di atas panggung. Beberapa karya lainnya yakni, Death and The Maiden karya Ariel Dorfman, Buried Chiled karya Sam Shepard, Kursi-Kursi karya Eugene Ionesco, lalu Jalan yang Tak Ditempuh, Nostalgia Sebuah Kota, Kisah-kisah yang Mengingatkan; Orang-Orang Setia karyaIswadi Pratama dan Wanci karya Imas Sobariah; telah mengundang perhatian besar public Teater di Indonesia dan menjadi objek penelitian sejumlah mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, juga menjadi objek riset program Phd beberapa peneliti dari Australia, Jerman, dan Inggris. 

 

Sesuai visi dan misi, di luar kerja artistik, Teater Satu berkomitmen untuk terus mengembangkan talenta para aktor maupun masyarakat umum melalui pelatihan Kelas Akting Salihara, Kelas Akting Titi Mangsa,  dan Kelas Teater Online oleh Iswadi Pratama. Di luar kerja-kerja artistik, Teater Satu turut memperkuat ekosistem teater Indonesia dengan menjadi salah satu Organisasi Tuan Rumah (OTR) dalam Magang Nusantara Yayasan Kelola. Dalam program itu, Teater Satu memfasilitasi keaktoran, penyutradaraan, penulisan lakon, dan manajemen seni pertunjukan. Di luar itu, Teater Satu menerima residensi dan studi teater secara personal. Berkat semua kiprahnya, Teater Satu diganjar penghargaan grup teater terbaik versi Majalah Tempo, 2008, 2010, dan 2012. Sambil menanam kakao dan pisang kapok, mereka terus berkomitmen untuk berkontribusi pada perkembangan teater Indonesia.

New Post

Imagination and critical thinking are the keys to change. Therefore, art is a fundamental prerequisite for the realization of democracy. Support us in establishing policies that fully advocate for artists.