/   
Bengkel Tari Ayu Bulan
Tangerang Selatan, Banten

Bintaro Jaya Sektor 7
Jl. Wahid Hasyim, Pd. Jaya, Kec. Pd. Aren
Kota Tangerang Selatan, Banten 15224

Telephone Number: (021)-70293887
Email Address: nyoman.trianawati@gmail.com

Bengkel Tari AyuBulan merupakan komunitas tari Bali yang berbasis di Jakarta. Pembentukan komunitas tari ini diprakarsai oleh Dr. Ayu Bulantrisna Djelantik – seorang maestro tari Legong Bali – sejak 1992 dan ditandai dengan pentas perdana pada tahun 1994.

 

Secara umum, Bengkel Tari AyuBulan memiliki misi pelestarian dan pengayaan tari tradisi Bali, khususnya Legong, dengan mempelajari, mengajarkan, dan mempertunjukannya. Awalnya, tari Legong berasal dari paduan antara tarian kuno Gambuh dan tarian sakral Sanghyang. Perpaduan tersebut melahirkan sebuah tarian dengan perbendaharaan gerak yang kompleks, bergantian, lentur, patah, dan terikat dalam pakem tabuh Palegongan yang halus dan dinamis. Tari Legong yang didalami di Bengkel Tari AyuBulan berakar dari desa Peliatan, Bali.

 

Para penari profesional Bengkel Tari AyuBulan berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung, Jakarta, dan Eropa. Mereka terus mendalami gerakan asli/kuno tarian Bali melalui workshop mengenai pengayaan ekspresi dan eksperimen gerak pada maestro dan menciptakan gubahan baru berdasarkan pakem klasik tari Legong. Hasil dari proses tersebut kemudian dipertunjukan, diajarkan, dan dikenalkan secara luas kepada masyarakat di luar Bali. Hal ini dilakukan atas kegelisahan mengenai terdapat beragam macam tarian Bali, namun tidak banyak diketahui dan diapresiasi masyarakat.

 

Selama hampir 3 dekade mewarnai dunia tari, Bengkel Tari AyuBulan telah banyak menarikan berbagai tari Legong dan Palegongan baik dalam panggung regional maupun internasional. Cina, India, Thailand, Singapura, Filipina, Rusia, Perancis, Belanda, Bulgaria, Jerman, Makedonia, dan Kroasia adalah negara-negara yang pernah mereka kunjungi. Bengkel Tari AyuBulan juga aktif terlibat dalam pencanangan Tari Tradisi Bali dalam Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO, yang resmi terdaftar pada tahun 2013. Untuk memenuhi upaya regenerasi dan pengenalan tari Bali, Bengkel Tari AyuBulan memiliki 7 studio di Jabodetabek.

 

Adapun repertoire Legong klasik, gubahan, atau Palegongan yang telah dilatih, dikuasai, dan aktif dipertunjukkan oleh para penari Bengkel Tari AyuBulan antara lain:

  • Tari Legong Klasik : Legong Lasem, Legong Keraton, Legong Bapang Lasem, Legong Kuntul, Legong Kupu Carum, Legong Kuntir, Legong Jobog, Legong Pelayon, Legong Bapang Saba,  Palegongan Abimanyu, Leko Sibanggede (nuansa Palegongan – iringan dan geraknya), Topeng Telek (diiringi tetabuhan Palegongan), Legong Raja Cina.
  • Tari Legong gubahan / Palegongan : Legong Smarandana, Legong Witaraga, Legong Mintaraga, Bedhaya-Legong Calonarang, Legong Arya, Palegongan Sagarika, Panji Inu, Topeng Sitayana, Palegongan dan Rerejangan Citra Saraswati, Kisah Penyihir Putih, Legong Topeng Ramasita, Bedhaya-Legong Wilwatikta.
  • Tari Bali lepas non-Legong : Pendet, Gabor, Sekar Jagat, Puspanjali, Puspa Mekar, Tenun, Rejang, Joged, Terunajaya, Baris Tunggal, Cendrawasih, Belibis, Kupu-Kupu, Oleg Tamulilingan, dll.
New Post

Imagination and critical thinking are the keys to change. Therefore, art is a fundamental prerequisite for the realization of democracy. Support us in establishing policies that fully advocate for artists.