/   
Heru Hikayat
Bandung

Jawa Barat

Heru Hikayat adalah seorang kurator dan pengulas seni rupa yang berdomisili di Bandung. Ia telah menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung.

 

Pada tahun 2007, Heru Hikayat merupakan kurator Red Point Gallery di Bandung, galeri seni yang menyimpan berbagai koleksi cetak dari seniman lokal dan mancanegara. Ia juga pernah jadi kurator pelaksana di Platform3, yaitu sebuah art space di Bandung. Sejak tahun 2009 hingga tahun 2012, Heru menjadi koresponden Majalah Visual Arts. Sejak Oktober 2020 Heru menjadi kurator pemangku (in-house curator) Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.

 

Beberapa pameran yang telah dikuratori oleh Heru Hikayat diantaranya adalah pameran Wanda (2002) di Galeri Adira, Bandung, Membingkai Potret (2002) di Selasar Sunaryo Art Space Bandung, Phiruku (2003) di Centre Culturel Francais Bandung, Biang Kerok (2005) di Taman Budaya Jawa Barat, Ambari (2006) dan Subliminal (2006) di Galeri Soemardja ITB, Kisah Sang Privat (2007) di Galeri Kita, Bandung, How do I Look? (2007) di Galeri Nasional Indonesia, Akunama (2008) di Galeri Dahara, Semarang, Ecce Homo (2009) di Semarang Gallery, Imagined Portraits (2009) di Galeri Soemardja ITB, Bandung Art Now (bersama Aminudin TH Siregar) (2009) di Galeri Nasional Indonesia, Tubuh dan Kerja (2010) di Cana Gallery, Jakarta, Vox Clamantis in Deserto (2013) di Gillman Barracks, Singapore, An Aerial View of a Playful Mind (2016) di Lawangwangi Art Space Bandung, Chaotic Jumps (2016) di Selasar Sunaryo Art Space Bandung, Migrasi di Rumah Sendiri (2017) di Can’s Gallery Jakarta, Perversion (2018) di Rumah Budaya Rosid, Dialog (2019) di Ganara Art Space, Jakarta, Titik Anjak (2019) di Istora Senayan, Jakarta, dan The Turn of the Fifth Age (2021) di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung.

 

Heru pernah memoderatori acara Bandung Contemporary Art Awards #5, penganugerahan seni yang bertujuan untuk merangsang perkembangan seni rupa kontemporer dengan meningkatkan partisipasi seniman muda di kancah seni rupa lokal maupun internasional.

 

Heru menjadi direktur artistik dalam kegiatan Seni Bandung #1, 2017. Kegiatan seni tersebut tersebar di 44 lokasi pagelaran di sekitar Kota Bandung yang melibatkan sekitar 2500 pelaku kesenian dari 156 kelompok kesenian meliputi disiplin seni rupa, musik, tari, teater, dan sastra. Heru Hikayat juga terlibat dalam perancangan dan persiapan Seni Bandung #2 yang diselenggarakan di tahun 2018.

 

Sejak 2018 Heru Hikayat menjadi tim ahli Platform Indonesiana, program kerja sama penyelenggaraan kegiatan budaya yang diinisiasi oleh Ditjen Kebudayaan Kemdikbud Ristek RI. Pada platform ini, fokus utama Heru adalah penerapan kerja kekuratoran untuk kasus festival budaya. Salah satu kegiatannya adalah Festival Seni Multatuli di Rangkasbitung Lebak, terselenggara sejak 2018. Heru ikut merintisnya sebagai kegiatan yang menyasar isu-isu paskakolonial.

 

Selain itu, Heru Hikayat kerap kali diundang ke sejumlah acara konferensi dan seminar, yaitu sebagai pembicara pada seminar Apa itu Seni, Saat ini? (2004), fasilitator pada Kongres Kesenian Indonesia III (2015), panelis Asiatopia Performance Conference (2016), anggota delegasi Indonesia pada Edinburgh International Culture Summit (2018), fasilitator pada Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) (2019), dan pembicara pada International Forum for Advancement of Culture (2019).

New Post

Imagination and critical thinking are the keys to change. Therefore, art is a fundamental prerequisite for the realization of democracy. Support us in establishing policies that fully advocate for artists.