/   
Cholil Mahmud
Jakarta

DKI Jakarta

Cholil Mahmud adalah musisi dari grup band Efek Rumah Kaca, lahir di Jakarta, 28 Juni 1976. Ia mendalami akuntansi di STIE Perbanas dan politik seni di Tisch School of The Art, New York University. Bersama Efek Rumah Kaca, Cholil sering menulis lirik lagu yang mewartakan isu sosial, politik, sampai budaya.

 

Karir Cholil dalam dunia musik telah dimulai sejak masih belia, di samping karena keluarganya adalah penyuka musik, Ia telah belajar gitar sejak kelas 5 SD. Kemudian, Cholil bergabung dengan band sekolah ketika SMP, dan mengikuti berbagai festival bersama grup musiknya saat SMA. Setelah lulus, Cholil Mahmud intens berdiskusi dan membuat lagu dengan Adrian, kawannya semasa SMA. Mereka berdua kemudian dipertemukan dengan Akbar. Bersama dua orang itulah, Cholil merintis cikal bakal dari Efek Rumah Kaca.

 

Karya-karya Cholil bersama Efek Rumah Kaca dianggap berbagai kalangan sebagai lagu yang menyajikan pandangan kritis melalui lirik. Tidak jarang mereka disebut sebagai band aktivis. Lirik lagu-lagu mereka dikenal sebagai karya yang puitis. Hal tersebut muncul karena kedekatan Cholil dengan karya sastra dan produk jurnalistik. Kendati begitu, Cholil menolak disebut sastrawan dan lebih memilih mengatakan bahwa karyanya adalah pandangan kritis sebagai warga biasa yang disampaikan melalui musik.

 

Bersama Efek Rumah Kaca, Cholil telah merilis berbagai album seperti Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), Sinestesia (2015), dan yang terbaru adalah album mini Jalan Enam Tiga (2020). Selain itu, Cholil dan Efek Rumah Kaca juga merilis dua single bekerja sama dengan Najwa Shihab, dengan tajuk Merdeka (2016) dan Seperti Rahim Ibu (2018).

 

Aktivitas musik Cholil tidak hanya berkutat di Efek Rumah Kaca. Ia pernah merilis album berjudul Hidup Itu Pendek, Seni Itu Panjang (2009) bersama istrinya, atas nama Indie Art  Wedding. Nama tersebut lahir dari permintaan berbagai kalangan untuk mempopulerkan souvenir pernikahan Cholil yang berbentuk kepingan CD berisi rekaman lagu yang Ia buat bersama istrinya. Cholil juga merilis album Daur Baur (2013) bersama Pandai Besi, grup musik yang lahir untuk menggairahkan kembali produktivitas Efek Rumah Kaca dalam berkarya.

 

Selain berkarya di bidang musik lewat jalur indie label, Cholil pernah bekerja di Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP). Ia juga sering menuliskan pandangannya terhadap berbagai fenomena. Kini, Ia tengah berkecimpung di Dewan Kesenian Jakarta sebagai Anggota Komite Musik sampai tahun 2023.

New Post

Imagination and critical thinking are the keys to change. Therefore, art is a fundamental prerequisite for the realization of democracy. Support us in establishing policies that fully advocate for artists.