Bersemi bersama seni

Menumbuhkan kembali relasi antara manusia, seni budaya, dan alam

Krisis lingkungan tidak hanya mengubah bentang alam. Ia juga memengaruhi bahan, ruang hidup, praktik budaya, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bersemi Bersama Seni mempertemukan pengetahuan komunitas adat, seniman, musisi, dan publik untuk melihat krisis lingkungan melalui cerita yang hidup di sekitar kita.

Tonton ceritanya

Ketika warna dari alam semakin sulit ditemukan

Pengetahuan tentang pewarna alami pada tenun Dayak Iban hidup bersama hutan dan tumbuhan tempat warna-warna itu berasal. Ketika lingkungan berubah, bukan hanya bahan yang semakin sulit ditemukan, tetapi juga pengetahuan yang diwariskan bersamanya.

Ketika ruang hidup berubah, tradisi ikut beradaptasi

Bakar Batu memperlihatkan hubungan antara manusia, bahan pangan, tanah, dan kebersamaan. Perubahan lingkungan dan akses terhadap sumber daya ikut memengaruhi bagaimana praktik ini dijalankan dan diwariskan.

Baca ceritanya

Hilang dan Pulang dan Kembang

“Hilang dan Pulang dan Kembang” adalah zine tentang perjalanan Paskalia Wandira atau akrab dipanggil Lia menarasikan lang kehilangan–diri sendiri dan alam–dan memilih jalan yg tak banyak diambil oleh orang muda–pulang kembali ke kampung halaman–dan duduk bersama duka dan impian yg masih bisa diolah, diterima dan dikembangkan dengan napas baru dan kepercayaan pada harapan sekali lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi.

Bara yang menghubungkan

“Bara yang menghubungkan” mengajak kita mengenal bakar batu lebih dekat, tradisi masyarakat pegunungan Papua yang lebih dari sekadar cara memasak dan makan bersama. Di balik batu yang dipanaskan hingga memijar, tersimpan pengetahuan tentang pangan, kebersamaan, dan cara hidup yang diwariskan lintas generasi. Melalui bara, batu, dan tanah, bakar batu terus merawat hubungan antarmanusia, leluhur, dan alam yang menopang kehidupan.

Membawa cerita

Bersama Stuffo Labs, cerita dari kampanye Bersemi Bersama Seni diterjemahkan ke dalam benda yang dapat digunakan dan dibawa ke kehidupan sehari-hari. Material dan proses produksinya menjadi bagian dari percakapan tentang bagaimana kita memperlakukan benda, limbah, dan sumber daya.

Ketika ruang hidup berubah, tradisi ikut beradaptasi

Bakar Batu memperlihatkan hubungan antara manusia, bahan pangan, tanah, dan kebersamaan. Perubahan lingkungan dan akses terhadap sumber daya ikut memengaruhi bagaimana praktik ini dijalankan dan diwariskan.

Ketika ruang hidup berubah, tradisi ikut beradaptasi

Bakar Batu memperlihatkan hubungan antara manusia, bahan pangan, tanah, dan kebersamaan. Perubahan lingkungan dan akses terhadap sumber daya ikut memengaruhi bagaimana praktik ini dijalankan dan diwariskan.

Asik Berpesta Hijau Bersama

Kegiatan seni juga meninggalkan jejak bagi lingkungan, mulai dari penggunaan material dan energi hingga limbah yang kita hasilkan. Karena itu, Koalisi Seni ingin mengembangkan panduan bagi berbagai bidang seni untuk membantu kita mengenali jejak tersebut dan mulai mengambil tanggung jawab atasnya.

Upaya ini dimulai dari ekosistem musik melalui Asik Berpesta, Hijau Bersama: Panduan Festival Musik Ramah Lingkungan. Ke depan, kami berharap panduan serupa dapat tumbuh bersama bidang-bidang seni lainnya.

Asik Berpesta, Hijau Bersama: Panduan Festival Musik Ramah Lingkungan
2025

Asik Berpesta, Hijau Bersama: Panduan Festival Musik Ramah Lingkungan

Berbagi Cerita Berbagai Acara

Berbagai inisiatif kerja Seni dan Lingkungan kami bawa ke ruang-ruang pertemuan. Lewat festival, diskusi, dan lokakarya, kami berbagi cerita, bertukar pengetahuan, dan membuka percakapan tentang hubungan manusia, seni budaya, dan alam.

Imajinasi dan daya berpikir kritis adalah kunci perubahan. Karena itu, seni merupakan prasyarat utama terwujudnya demokrasi. Dukung kami untuk mewujudkan kebijakan yang sepenuhnya berpihak pada pelaku seni.