Tentang Kami

Mari berkoalisi untuk kehidupan seni budaya di Indonesia yang lebih baik lagi.

Koalisi Seni Indonesia adalah organisasi berbadan hukum perhimpunan yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 16 Januari 2013 dengan nomor pengesahan AHU-06.AH-01-07 tahun 2013.

Profil

Koalisi Seni Indonesia adalah organisasi berbadan hukum perhimpunan yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 16 Januari 2013 dengan nomor pengesahan AHU-06.AH-01-07 tahun 2013.

Sejumlah pelaku dan komunitas seni membentuk Koalisi Seni Indonesia berdasarkan kebutuhan akan kehadiran organisasi payung yang menaungi mereka. Visi Koalisi Seni adalah terwujudnya ekosistem seni yang lebih sehat di Indonesia melalui kebijakan publik yang mendukung. Sementara, misinya adalah melakukan advokasi kebijakan dalam bidang seni, mendorong terwujudnya dana abadi kesenian, serta memperkuat pengelolaan pengetahuan dan jaringan antara anggota organisasi.

Pembentukan Koalisi Seni sudah diinisiasi sejak 2010. Saat itu, Yayasan Kelola, atas dukungan Hivos, menggagas dan menyelenggarakan pertemuan pertama di Bogor, Jawa Barat, 5-6 April 2010. Dalam pertemuan tersebut, sekitar 21 individu dan kelompok bersepakat untuk meneruskan usaha pembentukan organisasi ini. Pertemuan kedua dilakukan di Yogyakarta, 4-5 Mei 2010, dengan hasil program kerja lebih konkret untuk organisasi yang dibentuk.

Nama Koalisi Seni Indonesia lahir pada pertemuan selanjutnya, di Bandung, Jawa Barat, 21-22 Juni 2010. Saat itu, terpilih pula lima orang anggota Komite Pengarah (Steering Committee) yang bertugas hingga badan hukum organisasi ini diresmikan. Rancangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disiapkan oleh Komite Pengarah kemudian dibahas pada pertemuan berikutnya di Jakarta, 19 Maret 2011. Kala itu, disepakati pula bahwa Koalisi Seni Indonesia harus diperkenalkan kepada sebanyak mungkin orang yang bekerja di dunia kesenian dan mengajak lebih banyak lagi calon anggota. Hingga Februari 2020, jumlah anggota Koalisi Seni telah mencapai 245 anggota dari 19 provinsi di seluruh Indonesia.

Pada Rapat Kerja Pembentukan Koalisi Seni di Jakarta, 3 Mei 2012, kemudian muncul tekad untuk menjadikan Koalisi Seni sebagai pendorong terciptanya perkembangan kesenian yang lebih baik di Indonesia.

Koalisi Seni, sebagai organisasi payung, diharapkan mampu berperan sebagai fasilitator dan dinamisator untuk mewujudkan misi-misi yang sudah ditetapkan. Rapat Kerja itu juga berhasil meresmikan Anggaran Dasar Koalisi Seni dan memilih Pengurus dan Pengawas masa bakti 2012-2015. Sejak saat itu, Koalisi Seni aktif menggalang dan mengelola pengetahuan dan sumber daya, mendorong kehadiran kebijakan publik tentang kesenian, dan berjejaring.

Hingga 2020, Koalisi Seni telah melaksanakan beragam kegiatan untuk memajukan ekosistem seni. Antara lain, sosialisasi PP No. 93/2010 tentang insentif pajak untuk sumbangan seni budaya, Cultural Hotspots di 4 wilayah Indonesia Timur yang berlangsung pada 2015 hingga 2017, advokasi RUU Kebudayaan menjadi UU No.5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta mendorong filantropi untuk seni dan kebudayaan lewat Klaster Filantropi untuk Kesenian dan Kebudayaan. Koalisi Seni juga terlibat dalam fasilitasi Konferensi Musik Indonesia 2018 di Ambon dan 2019 di Bandung, berpartisipasi aktif dalam penyusunan Strategi Kebudayaan Indonesia lewat beragam forum Pra-Kongres Kebudayaan, menerbitkan buku Dampak Seni di Masyarakat untuk meningkatkan dukungan publik pada seni dan kebudayaan, serta terus aktif mendorong terwujudnya Dana Abadi Kesenian.

Selain itu, Koalisi Seni pun aktif melakukan kajian dan penelitian terkait kebijakan seni dan kebudayaan sebagai bagian dari advokasi. Antara lain, kajian terkait pengelolaan anggaran Kemendikbud dan Parekraf pada 2014; kajian terkait pendanaan kesenian di tiga negara, yakni Brasil, Australia, dan Amerika Serikat; penelitian tentang Keberlangsungan Lembaga Seni di 8 Kota di Indonesia pada 2015; serta riset Seni untuk Metode Berpikir Kritis: Studi Kasus pada Mari Berbagi Seni pada 2018.

Daftar ini akan terus berkembang hingga visi Koalisi Seni tercapai.

Silakan unduh brosur informasi tentang Koalisi Seni di tautan ini.

Manifesto

Koalisi Seni Indonesia adalah lembaga berbadan hukum yang berbentuk perkumpulan yang bergerak di wilayah Republik Indonesia.

Koalisi Seni Indonesia berdiri sebagai perkumpulan yang bertujuan untuk mendukung pengembangan kesenian di Indonesia. Inisiatif ini dimulai karena adanya kesadaran terhadap pentingnya nilai seni dalam kehidupan masyarakat sipil. Seni menegaskan kesamaan ummat manusia sekaligus meneguhkan kekhasan kaum atau bahkan pribadi yang menciptakan karya itu. Kekuatan seni lah yang ikut menjadi inti peradaban dan kebudayaan, sehingga ketika sebuah kebudayaan dan peradaban melapuk, hanya artefak seni dan intelektualnya yang bertahan menahan gerusan waktu dan tak jarang ikut membentuk jaman yang datang sesudahnya.

Kekuatan seni yang besar itu mengejawantah dalam bentuk seni sebagai katarsis komunal dan pengukuh solidaritas sosial, yang bergerak seiring dengan penggerusan kecenderungan fanatisme dan fundamentalisme dalam masyarakat. Kekuatan itu juga muncul dalam seni sebagai gaya dan pandangan hidup dari generasi yang sedang tumbuh, pengukuh identitas dari masyarakat atau bangsa yang membenihkan dan menghidupkannya. Begitu pula aspek kepengrajinan dan keterampilan seni menjadi kekuatan penyokong dan pemberdayaan ekonomi yang sumbangannya kian besar bagi pendapatan Negara yang mampu mengatasi penyempitan lapangan kerja dan berbagai gelombang perubahan sosial ekonomi yang menghempas.

Kurang memadainya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan kekuatan besar seni dan budaya, serta membesarnya tuntutan untuk ikut membentuk iklim yang memungkinkan rimbunnya ciptaan dan kegiatan artistik di Tanah air, telah menautkan sejumlah lembaga seni yang punya jejak rekam panjang untuk membentuk sebuah koalisi seni.

Koalisi Seni ini adalah benih dari institusi yang bertujuan menyalurkan energi artistik dan kultural di Tanahair dengan lebih baik agar segenap potensi artistik dan kultural itu bisa mewujudkan kekuatannya secara optimal. Tujuan itu akan dicapai antara lain dengan cara mengupayakan terbentuknya sistem yang mempermudah mobilisasi dana negara dan masyarakat untuk pengembangan kesenian dan kebudayaan, melakukan pembacaan yang seksama atas politik kesenian dan kebudayaan, dan menyusun strategi pengembangan infrastuktur kesenian dan kebudayaan yang berjangkauan cukup luas.

Upaya ini adalah bagian dari gerakan yang meneguhkan kehidupan seni di Tanahair dan berusaha menyumbang lebih banyak bagi khazanah seni dunia. Kehidupan artistik dan kultural yang sehat niscaya akan menularkan kekuatan yang segar pada kehidupan berbangsa dan bernegara, membuat daya cipta di masyarakat berkembang subur sehingga mampu memecahkan masalah-masalahnya dengan penuh martabat.

— Manifesto ini tercantum dalam Akta Pendirian Koalisi Seni Indonesia.

Susunan Pengawas dan Pengurus Koalisi Seni Indonesia periode 2018-2021

Pengawas
Ketua: Dolorosa Sinaga
Anggota: Yustina Wahyu Nugraheni, Gustaff Hariman Iskandar

Pengurus
Ketua: Kusen Alipah
Sekretaris: Retha Dungga
Bendahara: Linda Hoemar Abidin

Susunan Staf Sekretariat Koalisi Seni Indonesia
Regu Program
Manajer Program: Retha Dungga
Koordinator Advokasi Kebijakan: Hafez Gumay
Koordinator Peneliti Kebijakan Seni dan Budaya: Ratri Ninditya
Peneliti Kebijakan Seni dan Budaya: Eduard Lazarus
Koordinator Jejaring: Oming Putri
Koordinator Program Ekosistem Musik: Reisky Handika
Asisten Program: Danya Sjadzali

Manajer Komunikasi: Bunga Manggiasih
Spesialis Komunikasi Kreatif: Amalia Ikhlasanti

Regu Keuangan dan Personalia
Manajer Keuangan dan Personalia: Ratna Dwi Puspitasari
Akuntan: Dian Nur Fitria
Admin Umum: Pramoedya
Admin Keuangan: Gineung Patridhina

Program

Koalisi Seni Indonesia adalah organisasi berbadan hukum perkumpulan yang bertujuan mewujudkan ekosistem seni lebih baik, yaitu penggalangan dan pengelolaan sumber daya untuk pengembangan seni, mendorong adanya kebijakan publik terkait pengembangan seni, dan pembelajaran bersama serta penggalangan dukungan dan partisipasi publik.

Dalam proses itu, Koalisi Seni Indonesia berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan dunia seni (jaringan anggota Koalisi Seni Indonesia) dengan para pemangku kepentingan kesenian (pemerintah, publik, media, sektor swasta, dan lain-lain) dalam upaya penggalangan dukungan (kebijakan dan dukungan finansial).

Berangkat dari mandat itu, fokus program Koalisi Seni adalah Advokasi, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengelolaan Jejaring dan Pengetahuan Kesenian.

Profil Tim Kerja

Pengawas

Pengurus

Regu Program

Regu Keuangan dan Personalia

Kinerja

Jika memerlukan dokumen lain, silakan hubungi info@koalisiseni.or.id.

Dukungan Untuk Koalisi Seni

Dukungan publik adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan upaya Koalisi Seni mendorong terwujudnya ekosistem seni yang lebih sehat. Bagaimana Anda bisa membantu agar Koalisi Seni secara berkelanjutan dapat melakukan advokasi kebijakan? Klik tautan berikut untuk mendukung Koalisi Seni:

Silakan ketik dan tekan enter untuk mencari

X