/   
Juang Herdiana
Jawa Barat

Sukabumi

Juang Herdiana adalah seorang desainer grafis, kreator film, dan HR People Development asal Sukabumi, Jawa Barat. Minatnya pada dunia seni dimulai sejak duduk di bangku SMP, kala itu, ia menjadi sutradara dalam produksi film pendek berjudul “Balon Cinta” pada 2010. Minatnya membuat film secara otodidak itu terus ia tekuni di tahun-tahun berikutnya hingga karyanya bersama teman-temannya lolos ke dalam 20 besar Jambore Film Pendek 2012. Penyuka tempe bacem buatan ibundanya ini menggemari genre film drama, biopik, dan action kala menonton film. 

 

Sejak itu, minatnya pada kesenian terus diasah, dari film ia beralih ke desain grafis. Pada 2016 – 2019 ia tercatat sebagai perancang poster untuk beberapa pementasan Teater Pagupon IKSI Universitas Indonesia. Kemampuannya mendesain poster ia kembangkan ke medium buku, hingga ia dipercaya sebagai desainer grafis beberapa novel terbitan Gagas Media (2016), Papasemar.com, dan Polka.id (2017). Selama ini ia tergabung ke dalam beberapa komunitas yakni, One HR Community, PMSM Millennials, dan HRM Club. 

 

Bagi Juang, seni adalah jalan untuk katarsis diri dan penyaluran energi. Tak heran, meski kini ia bekerja sebagai HR Development di sebuah perusahaan multi nasional, ia tetap berkesenian di sela kesibukannya. Menurut Juang, seni dapat berdampak besar. Di mana ekspresi, provokasi, dan persuasi sebagai instrumennya mampu memengaruhi masyarakat. Ia mengambil musisi John Lennon sebagai inspirasi.

 

Dalam tiap karyanya, pria yang hobi membaca buku, berdiskusi, dan bersepeda ini ada misi yang ia perjuangkan dalam laku artistiknya yakni kesetaraan dan kemudahan akses untuk menikmati seni maupun berkesenian itu sendiri. Ia mengaku pernah terlibat dalam Program Komunitas Sukabumi Kreatif pada 2012. Di sana ia membantu kegiatan pentas seni dan budaya di tiap kecamatan dan berkesempatan memutar film pendek untuk menyosialisasikan program bioskop rakyat. Ia juga terlibat dalam Komunitas Film Sukabumi dan ikut mengampanyekan Sukabumi sebagai daerah kreatif nan potensial baik secara SDM maupun SDA yang mampu menunjang  produksi film, skala lokal dan nasional. 

 

Di luar tugas formalnya sebagai HR People Development, Lulusan Ilmu Psikologi Universitas Gunadarma ini juga aktif merancang logo dan menyutradarai video profil perusahaan dan tetap aktif membuat desain, video editing, dan sesekali bermain gitar sambil bercita-cita memiliki perusahaan konsultan bidang kreatif ke depannya.

Tulisan Terbaru

Imajinasi dan daya berpikir kritis adalah kunci perubahan. Karena itu, seni merupakan prasyarat utama terwujudnya demokrasi. Dukung kami untuk mewujudkan kebijakan yang sepenuhnya berpihak pada pelaku seni.