/   
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)
DI Yogyakarta

Kembaran RT 04 RW 21
Kel. Tamantirto, Kec. Kasihan
Kab. Bantul DIY 55183

Nomor Telepon: +62-274-414404
Alamat Email: info@psbk.or.id
Website / Blog URL: https://psbk.or.id

“Saya selalu punya keinginan untuk menanamkan rasa bertanggung jawab kepada mereka yang belajar di Padepokan, agar mereka merasa perlu buat mengabdikan diri kepada masyarakat dan kemanusiaan, demi atau dengan perantaraan kesenian. Itulah tujuan Padepokan. Dus, bukan untuk mencetak seniman.”

Bagong Kussudiardja (1928 – 2004)

 

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) merupakan sebuah ruang seni yang didirikan oleh maestro Bagong Kussudiardja pada 2 Oktober 1978. PSBK fokus dengan misi mendorong dan mendukung praktik seni sebagai bagian penting proses belajar untuk pelestarian budaya masyarakat Indonesia. Setelah Bagong Kussudiardja wafat pada tahun 2004, didirikanlah Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK, 2006), lembaga nirlaba yang secara hukum bertindak sebagai wakil dari pengelola warisan PSBK.

 

PSBK berkomitmen melanjutkan visi maestro seni Bagong Kussudiardja dengan mewujudkan diri sebagai art center dengan terus mendukung inovasi artistik, pembelajaran kreatif, dan penyediaan akses seni bagi masyarakat luas. PSBK tidak hanya menyediakan ruang fisik untuk kegiatan seni, tetapi juga menyusun dan mengimplementasikan program yang berdampak pada panggung seni budaya Indonesia. Dalam upaya membangun partisipasi budaya masyarakat yang inklusif, PSBK secara konsisten mengembangkan platform acara seni publik diantaranya platform pertunjukan, pameran, presentasi fotografi dan pemutaran film. PSBK juga berinvestasi untuk generasi seniman masa depan dalam residensi yang memfasilitasi proses penciptaan untuk penguatan profesionalitas (kolaborasi kreatif, artistik dan manajemen). Di jalur edukasi, PSBK mengundang komunitas pelajar dan umum untuk berinteraksi lebih mendalam dengan ruang seni, seniman maupun bentuk seni untuk pembelajaran. Kegiatan edukasi seni meliputi kunjungan belajar partisipatif untuk komunitas sekolah, workshop kreativitas berbasis seni, diskusi hingga masterclass. Saat ini PSBK juga tengah berupaya meningkatkan aksesibilitas ribuan arsip Bagong Kussudiardja melalui digitalisasi untuk pemanfaatan yang lebih luas. 

 

Individu/organisasi terkait:

 

Butet Kartaredjasa

Butet Kartaredjasa adalah seorang penulis, perupa dan aktor pertunjukan dengan catatan kekaryaan yang panjang. Selain menekuni kesenian, sejak pertengahan tahun 80-an pernah bekerja sebagai wartawan dan copywriter di perusahaan periklanan yang didirikannya, Santono Communication dan Galang Communication; termasuk mendirikan Yayasan Galang yang bergerak dalam pelayanan kampanye publik untuk masalah kesehatan reproduksi berperspektif gender. Ia juga tercatat sebagai dewan pembina Yayasan Biennale Jogja dan salah satu pendiri Koalisi Seni Indonesia.

Sejak ayahnya, Bagong Kussudiardja wafat pada tahun 2004, ia mengetuai Yayasan Bagong Kussudiardja untuk meneruskan nilai belajar di PSBK yang memerlukan keberlanjutan dalam pengembangan dan pengelolaannya.

 

Jeannie Park

Wanita yang telah pindah dari Amerika Serikat ke Indonesia pada tahun 1996 ini adalah Direktur Eksekutif di Yayasan Bagong Kussudiardja (YBK). Sejak tahun 2007, kepiawaiannya membangun sinergi antara seni, seniman, dan masyarakat telah terbukti dengan terus berkembangnya Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) sebagai art centre di Yogyakarta. Jeannie meramu segala aspek pengembangan eksplorasi, kolaborasi, dan kreativitas seni, agar nilai-nilai yang telah ditanamkan pendiri PSBK terus terhubung dengan masyarakat. Inilah wujud pengembangan kemampuan komunikasinya terhadap mitra yang terus mendukung keberlangsungan PSBK.

 

Selain di PSBK, Jeannie juga menjadi pendidik di Magister Tata Kelola Seni, Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sebelum menjadi WNI, ia adalah Direktur Kohn-Turner Gallery di Los Angeles dan memperoleh gelar Bachelor of Arts dari University of California, Los Angeles.

Tulisan Terbaru

Imajinasi dan daya berpikir kritis adalah kunci perubahan. Karena itu, seni merupakan prasyarat utama terwujudnya demokrasi. Dukung kami untuk mewujudkan kebijakan yang sepenuhnya berpihak pada pelaku seni.