/   
Teater Kala
Makassar, Sulawesi Selatan

Hartaco Indah Blok 2A No. 72, RT 001 RW 010
Kel. Balang Baru, Kec. Tamalate
Makassar, Sulawesi Selatan 90224

Nomor Telepon: +62812 4224 969
Alamat Email: kalateater2006@gmail.com

Teater Kala dibentuk oleh Shinta Febriany pada 2006, dengan sebagian anggota yang berasal dari Sanggar Merah Putih, Makassar. Teater ini bergerak di jalur teater kontemporer. Dengan etos kerja mengedepankan proses dan kerja tim, Teater Kala menyusun program berupa penyelenggaraan workshop, pelatihan keaktoran dan olah tubuh. Selain itu mereka juga mengadakan dua kali pentas monolog sebagai ajang peningkatan kualitas aktor baru. Beberapa pertunjukkan yang telah digelar Teater Kala, antara lain, Prita Isteri Kita karya Arifin C. Noer (2006), Mala Jiwa (2008), Stanza Diri yang Pecah (2009), Kisah Cinta di Hari Rabu (2011), Aljabar (2011), Waiting for Godotkarya Samuel Beckett (2012), Kala Monolog I-V (2010-2012).

 

Individu/Organisasi Terkait:

Shinta Febriany lulus dari Jurusan Sastra Inggris Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Shinta adalah aktivis perempuan yang menggunakan seni, terutama sastra dan teater, untuk mengungkapkan dan mendukung ide-ide feminisnya. Sebagai penyair ia telah menerbitkan buku puisi tunggal Aku Bukan Masa Depan dan beberapa bunga rampai puisi: Selendang Pelangi, Living Together, Maha Duka Aceh. Ia juga menulis lakon Namaku Adam Tanpa Huruf Kapital, yang menyoal wacana lelaki yang harus menjadi kepala rumah tangga.

Shinta juga menulis lakon lainnya, menyadur dan menyutradarai lakon karya pengarang lain, seperti Perempuan dalam Badai (2005), Pemberontakan Babu, adaptasi dari Pelayan-pelayan karya Jean Genet, terjemahan Asrul Sani (2005), Aku dalam Keadaan Nihil (2005, 2006), Prita Istri Kita karya Arifin C. Noer (2006), Kisah Tubuh (2006), Yang Terasing Dan Semu (2007), Stanza Diri yang Pecah (2009), Kisah Cinta di hari Rabu (2011), dan Aljabar (2011).

Sinta pernah menerima Celebes Award di bidang teater dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (2007). Ia pernah juga menjadi Aktris Terbaik pada Festival Teater Se-Sulawesi Selatan I (1999); Aktris Terbaik dan Sutradara Terbaik pada Festival Teater Se-Sulawesi Selatan V (2002). Pada 2000 ia meraih beasiswa dari Japan Foundation untuk mengenali kehidupan teater di beberapa kota di Jepang (2000). Selain itu, menghadiri Indonesian Culture Workshop di Universitas Tasmania, Launceston, Australia (2005) dan Women Playwrights International Conference di Jakarta (2006). Terakhir, ia meraih Empowering Women Artists dari Yayasan Kelola.

shinta.febriany@gmail.com

Tulisan Terbaru
Dukungan Untuk Koalisi Seni

Dukungan publik adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan upaya Koalisi Seni mendorong terwujudnya ekosistem seni yang lebih sehat. Bagaimana Anda bisa membantu agar Koalisi Seni secara berkelanjutan dapat melakukan advokasi kebijakan? Klik tautan berikut untuk mendukung Koalisi Seni:

Silakan ketik dan tekan enter untuk mencari

X