/   

Askar lahir di Paselloreng, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan tahun 1991 Domisili di Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dalam 12 Tahun terakhir bergelut dalam bidang seni teater, musik, dan tari. Kegiatan Sehari-hari sebagai pelatih teater, aktor, penari, dan tenaga pengajar di SMP Kr. GKST 1 Tentena. Ketika masih berdomisili di Makassar, Askar aktif berkesenian dengan seniman-seniman senior, seperti Asia Ramli Prapanca, Fahmi Syarif, Alm. Hamrin Samad, Yudistira Sukatanya dan Shinta Febriany.

 

Selain juga pernah aktif berkesenian di beberapa yayasan, lembaga dan komunitas seni seperti Teater Kampus FSD UNM, Sanggar Seni Ininnawa Makasar, Teater Kita Makassar, Rumata’ Art Space (Rumah Budaya Rumata’), Komunitas Samsara Theatre Makassar, Pujie Art Production dan sekarang masih aktif sebagai aktor dan penari di Yayasan Bali Purnati Indonesia.

 

Adapun beberapa karya yang pernah Askar sutradarai di antaranya Layla Majnun, Bawang Merah Bawang Putih, Lipa’ Muallipa’, Puteri Taddampali, Mohabbatein, Ranting, Perempuan dalam Etalase, Bassang, Tomanurung dan Sang Mandor. Beberapa pertunjukan yang pernah pernah diikutinya antara lain: Beta Manusia Pala, Aku Ingin, I La Galigo Revival, Tallu Cappa’ (Tiga Ujung), hasil Workshop Papermoon Puppet Theatre, Habibi Chapter Raping Eden, EARTH, Siri’ Bola/Balla’, Pulang, IVANOV, Silly Little Girl And The Funny Old Tree, Echoes Of Asia, Menawar Tubuh, The Eyes Of Marege, Pelayaran Menuju, Rel-Axa-Ion, dan Across The Heavens Above The Earth.

 

Saat ini sedang Merintis Sanggar Seni Towe Ndaya di tempatnya berdomisili namun diperhadapkan oleh Pandemi. Kerja seni, bagi Askar, bukan kerja keras tapi kerja ikhlas.

Tulisan Terbaru

Imajinasi dan daya berpikir kritis adalah kunci perubahan. Karena itu, seni merupakan prasyarat utama terwujudnya demokrasi. Dukung kami untuk mewujudkan kebijakan yang sepenuhnya berpihak pada pelaku seni.