/   
Sito Fossy Biosa
Jawa Timur

Probolinggo

Sito Fossy Biosa adalah seorang pendiri LOSTE Production, visual artis, dan pengajar seni desain asal Probolinggo, Jawa Timur. Karya dari pria kelahiran 31 Juli 1991 ini dikenal di skena lokal, nasional, hingga internasional. 

 

Untuk menimba ilmu di dunia perfilman, ia hijrah ke Surakarta pada 2010. Di sana, ia mengambil jurusan TV dan Film, Fakultas Seni Media Rekam, Institut Seni Indonesia (ISI). Sejak itu, ia produktif mengikuti berbagai pameran dan kompetisi fotorgrafi, film hingga video art yang terbagi dalam genre fiksi, dokumenter, dan eksperimental beberapa di antaranya, Xpressive Diverse (2010), Art for Public (2011), Tenjik (2012), Celengan Gawe Bapak (2015), Memeluk Angin (2016), Pink Pastel #1 (2017), Baligh (2018), Ziarah Brantas: Lanskap Hilir (2019), dan Beauty dan Anti-Beauty (2020). Ia membagi karya filmnya ke tiga kategori yakni, fiksi, dokumenter, dan eksperimental. Di tiap karyanya, ia melakoni berbagai bidang mulai dari sutradara, videografer, penulis skenario hingga konseptor. 

 

Bagi sulung dari dua bersaudara ini, sebelum menjadi kreator yang hebat, jadilah seorang yang pandai mengapresiasi karya orang lain terlebih dahulu. Kredo ini pula yang membuat Sito terus belajar dan giat berkolaborasi dengan seniman lintas disiplin. Melalui blog pribadinya, ia membagikan pengalaman artistiknya seperti, kolaborasi performans art dengan Dara Prata alumni Universitas Negeri Surabaya, tentang kepolosan anak-anak yang bertengkar tanpa dendam, dan dalam pameran + konser Noise//Swantai #1 – Surabaya//Experimental Video + Noise Sound-Music: Armupia, masih tentang anak, kali ini ia menyentil sifat kekanak-kanakan orang dewasa yang dikalahkan oleh anak-anak. 

 

Tak hanya produktif berkarya, Sito pun serius di dunia akademik, ia melanjutkan pendidikan magisternya di Jurusan Penciptaan Videografi, ISI Yogyakarta dengan tugas akhir, film konten Idam Pica, Visual Dokumentasi, Animasi, dan Live Action “Pink Pastel #1 #2 #3 #4” yang membuatnya lulus pada 2019. Di luar sederet pengalaman dan pendidikannya yang liner di bidang seni rekam, ia menjadi dosen di Institut Sains & Teknologi Terpadu Surabaya. Berkat konsistensinya menekuni dunia seni rekam, karyanya diapresiasi di berbagai negara seperti Road Exhibition China – Music Video LARI, Spotlight 5 Artis di NOA, Swiss, dan peluncuran buku Poetry in the Time of Coronavirus, Texas, Amerika. Ia tergabung dalam NOA (Network of Arts, Switzerland) dan RSA (Royal Society of Arts, London-UK).

Tulisan Terbaru
Ayo Percepat Perubahan

Bayangkan Indonesia jadi tempat semua orang bisa mendapat manfaat maksimal dari seni -- kita jadi bangsa yang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Seni jadi bagian terpadu dalam pendidikan dan segala kegiatan bermanfaat. Anda bisa membantu Koalisi Seni mendorong perubahan itu agar lebih cepat terjadi. Klik tautan ini untuk tahu caranya:

Silakan ketik dan tekan enter untuk mencari

X