/   Kabar Seni

Foto: Koalisi Seni

Pada 18–25 Mei 2026, Koalisi Seni berkolaborasi dengan Yayasan Lintas Batas dalam penyelenggaraan Coastal Communities Conference (CCC) di Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat. Pertemuan ini menjadi ruang belajar bersama yang mempertemukan seniman, masyarakat adat, aktivis, pekerja budaya, dan pegiat gerakan sosial dari berbagai wilayah Indonesia untuk membangun solidaritas, berbagi pengetahuan, dan merumuskan strategi kolektif menghadapi tantangan lingkungan, kebudayaan, serta kebebasan berkesenian.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari Program Natural Resources and Climate Justice (NRCJ) Koalisi Seni, yang mendorong perjumpaan antara praktik seni, pengetahuan adat, dan gerakan keadilan iklim. Berangkat dari keyakinan bahwa krisis lingkungan tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan ekosistem seni dan budaya, konferensi ini menjadi ruang untuk saling belajar sekaligus membangun jejaring lintas disiplin.

Selama delapan hari, peserta mengikuti berbagai lokakarya, diskusi, pertunjukan seni, pemutaran film, hingga kunjungan lapangan. Berbagai sesi dirancang tidak hanya untuk bertukar pengalaman, tetapi juga untuk menggali praktik-praktik kebudayaan yang lahir dari kedekatan masyarakat dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan konferensi, Koalisi Seni memfasilitasi sejumlah sesi pembelajaran yang berkaitan dengan advokasi kebijakan kebudayaan dan perlindungan kebebasan berkesenian.

Foto: Koalisi Seni

Salah satunya adalah lokakarya Rancang Bangun Tambal Sulam, sebuah ruang kolaboratif yang mengajak peserta memetakan berbagai persoalan seni dan lingkungan bersama sekaligus merancang kemungkinan kerja kolektif di masa depan. Melalui pendekatan partisipatif, para peserta berbagi pengalaman dari wilayah masing-masing dan menyusun strategi untuk membuat praktik berkesenian lebih ramah lingkungan dan memperkuat jejaring lintas komunitas untuk berbagi pengetahuan dan sumber daya.

Foto: Koalisi Seni

Koalisi Seni juga menyelenggarakan diskusi publik SPPG di PPKD (Seniman Perlu Paham Geliatnya di Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) sebagai bagian dari diseminasi buku panduan PDKT sama PPKD. Diskusi ini mengajak seniman, pekerja budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat adat untuk melihat kembali peran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) sebagai ruang partisipasi dalam penyusunan kebijakan kebudayaan.

Melalui forum tersebut, peserta mendiskusikan bagaimana PPKD dapat menjadi jembatan antara praktik kebudayaan di lapangan dengan proses perencanaan pembangunan daerah. Koalisi Seni juga mendorong semakin banyak seniman untuk memahami dan memanfaatkan PPKD sebagai instrumen advokasi agar kebijakan kebudayaan lebih mencerminkan kebutuhan nyata para pelaku seni.

Foto: Koalisi Seni

Selain itu, Koalisi Seni memfasilitasi lokakarya Mitigasi Risiko Pelanggaran Kebebasan Berkesenian yang mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi pelaku seni di Indonesia. Menggunakan studi kasus dan diskusi kelompok, peserta bersama-sama memetakan bentuk ancaman, dampak yang mungkin timbul, hingga strategi mitigasi dan sistem dukungan yang dapat dibangun secara kolektif.

Lokakarya ini berangkat dari temuan pemantauan tahunan Koalisi Seni yang menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap kebebasan berkesenian masih terus terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari sensor, intimidasi, hingga pembatasan ruang berekspresi. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya berbagi pengalaman dari berbagai daerah, tetapi juga memperkuat kapasitas untuk menghadapi risiko tersebut secara bersama.

Pertemuan lintas wilayah ini juga memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan, hak masyarakat adat, kebebasan berkesenian, dan kebijakan publik saling berkaitan. Banyak peserta membagikan pengalaman mengenai bagaimana perubahan lingkungan turut memengaruhi ruang hidup, praktik budaya, hingga keberlangsungan kerja-kerja seni di komunitas mereka.

Bagi Koalisi Seni, ruang-ruang belajar seperti Coastal Communities Conference merupakan bagian penting dari kerja advokasi. Perubahan kebijakan tidak hanya lahir melalui penelitian dan rekomendasi, tetapi juga melalui perjumpaan yang mempertemukan beragam pengalaman, pengetahuan, dan praktik dari berbagai daerah.

Melalui kolaborasi ini, Koalisi Seni berharap jejaring yang terbangun dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama yang memperkuat kebebasan berkesenian, pemajuan kebudayaan, dan keadilan iklim secara berkelanjutan.

Tulisan Terkait

Tinggalkan komentar

Imajinasi dan daya berpikir kritis adalah kunci perubahan. Karena itu, seni merupakan prasyarat utama terwujudnya demokrasi. Dukung kami untuk mewujudkan kebijakan yang sepenuhnya berpihak pada pelaku seni.