/   Advokasi, Kebebasan Berkesenian, Siaran Pers

Kolaborasi White Shoes & The Couples Company, RURU Shop, dan Koalisi Seni

Jakarta – Di balik suatu karya seni, ada proses panjang yang dijalani pegiat seni. Misalnya, riset, residensi, produksi, distribusi, pemasaran, advokasi kebijakan, dan pengarsipan. 

“Banyak orang seringkali lupa soal proses panjang ini dan hanya melihat hasil akhirnya saja. Padahal, kita perlu bersama-sama merawat proses berkesenian ini sebagai bekal dalam berpikiran lebih terbuka dan inovatif. Kreativitas yang bebas diekspresikan membantu kita jadi lebih sehat jiwa dan bahagia. Inilah pentingnya kebebasan berkesenian, yang jika dipenuhi akan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Manajer Pengembangan Organisasi dan Kemitraan Koalisi Seni, Retha Dungga, pada Selasa, 14 Desember 2021.

Untuk menggalang dukungan publik terhadap upaya tersebut, Koalisi Seni menggandeng White Shoes & The Couples Company (WSATCC) dan RURU Shop. Kolaborasi ini terwujud dalam bentuk tiga kelas seni daring serta paket #merawatseni berisi tas selempang, buku sketsa, pensil, emblem bordir, dan stiker. 

Tas selempang dan buku sketsa dalam paket tersebut menampilkan karya gambar dari vokalis WSATCC, Aprilia Apsari, berjudul “Sanggar Lukis Anak-anak”, yang menekankan pentingnya merawat proses berkesenian sejak dini. Hanya ada maksimal 200 paket eksklusif tersedia, yang bisa didapatkan melalui pra-pesan (pre-order) hingga 24 Desember 2021 di lokapasar tokopedia.com/tokokoalisiseni

Adapun kelas seni yang diampu personel WSATCC dan manajer WSATCC bersama RURU Shop akan menjadi sesi berbagi dengan peserta untuk mengembangkan kemampuan menggambar, bermain musik, serta membuat merchandise musik. Tiga kelas seni ini akan digelar pada Desember 2021.

“Merawat proses berkesenian buat kita penting. Musik tidak akan ada tanpa memperhatikan tahapan proses kreatif. Proses itu selalu dirawat sama White Shoes, misalnya dalam tahapan pembuatan album, lagu, dan video klip, juga turunannya seperti membuat merchandise,” kata Saleh Husein, gitaris WSATCC. 

Menurut John Navid, penabuh drum WSATCC, melalui proses panjang itu WSATCC menemukan ide-ide baru untuk karyanya. “Nongkrong, berkumpul, berstrategi, berinteraksi langsung. Bisa juga saat nonton film dan konser bareng, atau naik sepeda dan berenang bareng. Tapi yang paling penting adalah makan bareng. Karena di saat kita makan bareng, mau mengkritik atau mau diskusi apapun juga rasanya jadi lebih intim dan rileks,” tuturnya.

Sementara itu, Shop Manager RURU Shop, Zellda Alienpang, berpendapat membeli merchandise seniman juga cara tepat untuk merawat proses berkesenian. “Misal kita mau membeli oleh-oleh atau kado, carilah produk-produk dari seniman. Dengan begitu, si seniman jadi terbantu dan lebih semangat berkreasi,” ucapnya. “Dengan gotong royong ini, semoga banyak yang lebih peduli merawat proses berkesenian. Semoga ekosistem seni Indonesia pun jadi makin sehat.”

Video tentang #merawatseni:

Kredit foto pendamping: Foto WSATCC oleh Reza Fauzi

Tentang Koalisi Seni

Koalisi Seni adalah lembaga nirlaba yang bekerja membangun ekosistem seni lebih baik di Indonesia. Untuk mencapai tujuannya, Koalisi Seni melakukan advokasi kebijakan seni, mendorong terwujudnya dana abadi kesenian, serta memperkuat pengelolaan pengetahuan dan jaringan antara anggota organisasi.

Koalisi Seni menjembatani beragam pemangku kepentingan dalam advokasi kebijakan untuk memajukan ekosistem seni. Koalisi Seni telah berhasil mendorong disahkannya UU Pemajuan Kebudayaan, turut mengadvokasi RUU Permusikan, menyusun riset tentang kebebasan berkesenian, dan ikut menjaring aspirasi pegiat ekosistem seni untuk Strategi Kebudayaan Nasional pertama di Indonesia. Koalisi Seni juga sudah menggolkan konsep dana perwalian kebudayaan sehingga pemerintah pada 2021 berkomitmen mengalokasikan Rp2 triliun per tahun.

Anggota Koalisi Seni berkontribusi memperbaiki ekosistem seninya masing-masing, serta bekerja mengarusutamakan seni sebagai aset besar Indonesia. Hingga November 2021, Koalisi Seni beranggotakan 324 lembaga dan individu yang tersebar di 24 provinsi. 

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi: 

Bunga Manggiasih, Manajer Komunikasi Koalisi Seni  

bunga.m@koalisiseni.or.id, 081389822640

Ikuti informasi terbaru seputar kebijakan seni di:

🌐 www.koalisiseni.or.id

🌐 www.pemajuankebudayaan.id

Instagram @koalisiseni

Twitter @koalisiseni

Facebook Koalisi Seni

Tentang White Shoes & The Couples Company (WSATCC)

WSATCC adalah band pop dari Jakarta, Indonesia, yang beranggotakan enam orang. Band ini dibentuk pada 2002, Ketika enam personelnya kuliah di Institut Kesenian Jakarta. Musik mereka terinspirasi musik latar film lawas Indonesia periode 1970-an dan spirit akustik musisi jazz tahun 1930-an – dipadukan dengan pengaruh ritmis disko retro dan aransemen musik klasik, memberi penghormatan pada masa emas musik pop Indonesia pada dekade 1950-an dan 1970-an, serta terinspirasi karya musisi andal dalam sejarah Indonesia, seperti Ismail Marzuki, Guruh Sukarno Putra, Fariz RM, dan Jack Lesmana.

WSATCC memadukan elemen-elemen dari inspirasi tersebut dengan pengetahuan mereka tentang musik pop Indonesia dan film lawas, bersama pengalaman hidupnya di kota Jakarta pada masa sekarang – untuk menciptakan karakter musiknya yang unik, canggih, dan mempersona. Semua hal itu membuat musik WSATCC punya identitas lokal yang kuat, relevan, dan membuat mereka menonjol di skena musik global.

Belum lama ini, WSATCC merilis album panjang ketiganya, bertajuk “2020”, lewat Demajors Records (Jakarta), dengan format cakram padat (CD) dalam bentuk buku foto yang dipublikasikan Demajors Records (Jakarta) dan CD berformat digipack pada Maret 2021, dilanjutkan dengan perilisan LP melalui Anukara Records (Jakarta) pada July 2021. Album “2020” melanjutkan eksplorasi band ini dalam menciptakan musik pop sinematik yang dipadukan dengan cerita kehidupan urban masa kini.

WSATCC terdiri dari: Aprilia Apsari (vokal), Yusmario Farabi (gitar elektrik dan akustik, vokal latar), Saleh Husein (gitar elektrik dan vokal), Ricky Surya Virgana (bass, cello, modular, synthesizer, vokal latar), Aprimela Prawidiyanti (piano, keyboards, synthesizer, viola, vokal latar), dan John Navid (drum, perkusi).

Facebook White Shoes & The Couples Company (65,5 k followers)

Twitter @wsatcc (58,7 k followers)

Instagram @wsatcc (83,8 k followers)

Soundcloud WSATCC (8594 followers)

YouTube WSATCC (5,17 k subscribers)

Spotify White Shoes & The Couples Company

Deezer White Shoes & The Couples Company 

Apple Music White Shoes & The Couples Company 

Website whiteshoesandthecouplescompany.org 

Email: wsatcc@gmail.com

Tulisan Terbaru

Tinggalkan komentar

Ayo Percepat Perubahan

Bayangkan Indonesia jadi tempat semua orang bisa mendapat manfaat maksimal dari seni — kita jadi bangsa yang lebih logis, kritis, imajinatif, inovatif, dan toleran. Seni jadi bagian terpadu dalam pendidikan dan segala kegiatan bermanfaat. Anda bisa membantu Koalisi Seni mendorong perubahan itu agar lebih cepat terjadi. Klik tautan ini untuk tahu caranya:

Silakan ketik dan tekan enter untuk mencari

X